Kegiatan pendampingan kepada masyarakat ini didasari minimnya pemanfaatan barang bekas (rosok) di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Masyarakat cenderung menjual atau membuang barang bekas tanpa mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Padahal, rosok mempunyai kapasitas besar untuk dikelola sebagai produk kerajinan tangan yang bernilai jual dan ramah lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam mengolah rosok menjadi produk kreatif bernilai ekonomi melalui program Gerakan Sedekah Rosok (GSR) yang digagas oleh LAZISNU Ranting Tegowangi. Metode pendampingan memakai teknik Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam lima tahap, yaitu to know, to understand, to plan, to act, dan to change. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2024 di sekretariat LAZISNU Tegowangidengan melibatkan masyarakat dan pengurus LAZISNU. Hasil pendampingan berdampak kepada adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengubah barang bekas menjadi kerajinan tangan yang bernilai. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjaga lingkungan agar tetap bersih dan menggunakan limbah benda bekas dengan inovatif. Dengan demikian, kegiatan Gerakan Sedekah Rosok tidak hanya berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk nyata penerapan nilai-nilai filantropi Islam melalui kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
Copyrights © 2026