Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Daur Ulang Rosok Menjadi Produk Kerajinan Ekonomis di Lazisnu Ranting Tegowangi Husnul Yaqin; Setiawan Setiawan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xjvymz62

Abstract

Kegiatan pendampingan kepada masyarakat ini didasari minimnya pemanfaatan barang bekas (rosok) di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Masyarakat cenderung menjual atau membuang barang bekas tanpa mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Padahal, rosok mempunyai kapasitas besar untuk dikelola sebagai produk kerajinan tangan yang bernilai jual dan ramah lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam mengolah rosok menjadi produk kreatif bernilai ekonomi melalui program Gerakan Sedekah Rosok (GSR) yang digagas oleh LAZISNU Ranting Tegowangi. Metode pendampingan memakai teknik Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam lima tahap, yaitu to know, to understand, to plan, to act, dan to change. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2024 di sekretariat LAZISNU Tegowangidengan melibatkan masyarakat dan pengurus LAZISNU. Hasil pendampingan berdampak kepada adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengubah barang bekas menjadi kerajinan tangan yang bernilai. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjaga lingkungan agar tetap bersih dan menggunakan limbah benda bekas dengan inovatif. Dengan demikian, kegiatan Gerakan Sedekah Rosok tidak hanya berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk nyata penerapan nilai-nilai filantropi Islam melalui kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
REKONSTRUKSI MAKNA ISTITHA’AH PADA GENERASI Z DALAM MENUNDA PERKAWINAN:STUDI SOSIOLOGI HUKUM ISLAM DI KECAMATAN SEMEN KABUPATEN KEDIRI Lilik Mutaharoh; Ulin Na’mah; Husnul Yaqin; Muhammad Ullin Nuha
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 7 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/cq130e58

Abstract

This study aims to analyze how Generation Z in Semen District, Kediri Regency, reconstructs the meaning of istitha'ah in their decision to maintain a marriage. The meaning of istitha'ah is not only understood from the biological aspect but are also influenced by economic demands and social changes in society. This empirical legal research uses a qualitative approach, collecting data through in-depth interviews with Generation Z who choose to postpone marriage. The data obtained are explained using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that Generation Z has developed a new understanding of istitha'ah. While previously the ability to marry was more associated with biological readiness, they now consider financial independence and mental maturity as important requirements for marriage. This preparation includes a stable income, the ability to meet household needs, ownership of a residence, and guaranteeing children's future education. Postponing marriage is not seen as a form of ignoring religious advice, but rather as a preventative measure to avoid divorce and marital failure. This study concludes that there is a meeting point between religious values ​​and the realities of modern life in determining standards of readiness for marriage.