Latar Belakang: Kekurangan gizi pada balita adalah kondisi yang permanen dan sulit diperbaiki. Berdasarkan teori keperawatan transkultural Leininger, ada banyak faktor yang memengaruhi pola pemberian nutrisi dan kejadian stunting pada balita. Ini termasuk nilai sosial (seperti mendukung ibu dalam pemberian makan), budaya, gaya hidup, dukungan keluarga, dan teknologi. Tujuan: Tinjauan literatur ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor transkultural yang dapat dijadikan dasar intervensi alternatif dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting pada balita melalui optimalisasi pemberian nutrisi. Metodologi: Pencarian artikel menggunakan database google schoolar, Research Gate, dan Semantik Schoolar, PubMed, ScienceDirect, Elsevier, AmertaNutrition, Proquest dengan kriteria inklusi dalam literature riview ini adalah yang dipublikasi pada tahun 2020 sampai 2025 dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris. Hasil: Di temukan 54 artikel sesuai kata kunci, terdapat 10 artikel yang sesuai kriteria inklusi dan dipilih untuk dilakukan review. Kesimpulan: Teori Leininger menyatakan bahwa tidak hanya faktor ekonomi dan pendidikan yang mempengaruhi stunting balita, tetapi juga perkembangan budaya keluarga yang signifikan.
Copyrights © 2025