p-Index From 2021 - 2026
1.323
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Melisa Manumara, Theophylia
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pendekatan Transcultural Leininger untuk Penanganan Stunting Balita: Literature Review Melisa Manumara, Theophylia; Anseli Nago, Florentina; Livia, Sharen; Astrianti, Annisa; Putria Pratiwi, Anggita; Nailah Lutfiah, Siti; Humaira Juniar Putri, Keyza; Erlangga, Muhamad
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ww83n893

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan gizi pada balita adalah kondisi yang permanen dan sulit diperbaiki. Berdasarkan teori keperawatan transkultural Leininger, ada banyak faktor yang memengaruhi pola pemberian nutrisi dan kejadian stunting pada balita. Ini termasuk nilai sosial (seperti mendukung ibu dalam pemberian makan), budaya, gaya hidup, dukungan keluarga, dan teknologi. Tujuan: Tinjauan literatur ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor transkultural yang dapat dijadikan dasar intervensi alternatif dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting pada balita melalui optimalisasi pemberian nutrisi. Metodologi: Pencarian artikel menggunakan database google schoolar, Research Gate, dan Semantik Schoolar, PubMed, ScienceDirect, Elsevier, AmertaNutrition, Proquest dengan kriteria inklusi dalam literature riview ini adalah yang dipublikasi pada tahun 2020 sampai 2025 dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris. Hasil: Di temukan 54 artikel sesuai kata kunci, terdapat 10 artikel yang sesuai kriteria inklusi dan dipilih untuk dilakukan review. Kesimpulan: Teori Leininger menyatakan bahwa tidak hanya faktor ekonomi dan pendidikan yang mempengaruhi stunting balita, tetapi juga perkembangan budaya keluarga yang signifikan.
Perawatan Wanita dengan Infeksi Menular Seksual Menggunakan Analisis Transcultural Leininger Melisa Manumara, Theophylia; Safa Nuradinda, Desta; Rinjani Suherman, Dian; Fauziah Lugna, Gadiza; Alnyza R, Gheby; Handayani, Indah; Ainnrrohima, Salma; Maharani, Sela
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zjnfgz42

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) adalah sekelompok penyakit menular yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasite, protozoa atau artropoda yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Selama konferensi WHO yang diadakan di Antigua (Guatemala) pada bulan Mei 2000, panel ahli mendefinisikan isu-isu paling penting mengenai kesehatan seksual, yaitu perlunya promosi hubungan seksual yang dilakukan dengan cara aman dan bertanggung jawab dan perlunya menerapkan kesadaran akan risiko tertular dan menularkan PMS termasuk AIDS. (Santos, 2016a). Aktifitas seksual yang menularkan penyakit ini dapat melalui jalur vagina (vaginal sex), mulut (oral sex) atau anus (anal sex). banyak factor yang mempengerahui tingginya insiden penyakit menular seksual ini, seperti rendahnya pengetahuan tentang seks, prevalensi penyakit, perilaku pasien (seks bebas) dan komorbiditas yang mendasarinya (Garcia,2024). Tujuan: kegiatan ini untuk mengidentifikasi infeksi menular seksual (IMS) dan dengan budaya dalam teori keperawatan transcultural leininger Metode: Jenis penelitian Randomized Control Trial. Hasil: ditemukan 11 artikel dan 9 artikel dipilih untuk digunakan dan dilakukan review Kesimpulan: edukasi masyarakat dapat berpengaruh untuk menekan pertumbuhan penyakit IMS dan dapat di bantu dengan aspek sosial penggunaan teori leininger yaitu teori keperawatan Transcultural.
Analisis Perilaku Perawatan Ibu Postpartum Berdasarkan Teori Transkultural Nursing: Literature Review Melisa Manumara, Theophylia; Cahaya Banyu Adjie, Regita; Nurul Ainie, Devina; Aisha Munajat, Naylla; Masriyani, Devi; Fauziah, Nurani; Nurhayati, Lisna; Afriansah, Bryan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7b1mye42

Abstract

Masa postpartum merupakan periode kritis setelah melahirkan yang berlangsung sekitar 6–8 minggu, di mana ibu mengalami perubahan fisiologis dan psikologis untuk kembali ke keadaan sebelum hamil. Pada masa ini, ibu memerlukan perhatian khusus karena risiko komplikasi seperti perdarahan, eklampsia, dan infeksi cukup tinggi. Selain faktor medis, aspek budaya juga berpengaruh besar terhadap perilaku dan perawatan ibu postpartum. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya terhadap perilaku perawatan ibu postpartum berdasarkan teori Transcultural Nursing Leininger. Metode: Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci “postpartum” dan “budaya”, menggunakan kerangka PICOT dan panduan PRISMA. Sebanyak 14 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020–2025 dianalisis. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa praktik budaya seperti pantangan makanan, penggunaan jamu, serta dukungan sosial dan keluarga berperan penting dalam pemulihan ibu. Pendekatan Transcultural Nursing terbukti membantu tenaga kesehatan menggabungkan praktik medis modern dengan nilai budaya lokal untuk meningkatkan efektivitas perawatan dan mencegah komplikasi seperti depresi postpartum. Kesimpulan: Dengan demikian, penerapan asuhan yang sensitif terhadap budaya dapat mendukung kesejahteraan ibu dan bayi secara menyeluruh.
Pendekatan Caring Leininger terhadap Kebiasaan Budaya Makan pada Remaja Putri dengan Anemia Melisa Manumara, Theophylia; Aditya Agustian, Arya; Andini, Ayu; Nur Nabilah , Dina; Maydi , Ellyza; Kartika Ayu, Kaella; Rahmadini, Nadya; Kahirunnisa, Rikke
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pz8dh343

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari normal. Akibatnya, kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh menjadi berkurang. Prevalensi anemia di dunia masih tergolong tinggi, dengan sekitar 30,7% remaja putri dilaporkan mengalami anemia berdasarkan data dari WHO. Masalah ini terutama terjadi di negara-negara berkembang akibat kekurangan asupan zat besi, infeksi yang berkepanjangan, dan pola makan yang tidak seimbang. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kebiasaan makan dan prevalensi anemia di kalangan remaja putri dengan menggunakan pendekatan Caring Leininger dalam kerangka teori Caring Trancultural. Pendekatan ini dipilih untuk membantu dalam memahami serta meningkatkan pola makan di kalangan remaja putri yang mengalami anemia, dengan mempertimbangkan nilai-nilai dan budaya mereka. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini mencakup analisis terhadap artikel yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teori Caring Leininger efektif dalam membantu tenaga kesehatan memahami perbedaan budaya, membangun hubungan empati, serta merancang intervensi nutrisi yang sesuai dengan latar belakang budaya untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri.
Pengaruh Peran Dukungan Keluarga dan Budaya pada Pasien Hipertensi Menurut Teori Leininger: Literature Riview Melisa Manumara, Theophylia; Putri, Adinda Rahayu; Azzahra, Amelia; Ramdani, Fauzi; Dwi Putri, Irma; Permata, Nadia; Latifa Zahra, Nandisa; Amalina Gunawan, Nurin; Syahputri Wijaya, Viokta
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/47vgx346

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di dunia dan sering kali tanpa gejala yang jelas. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung. Menurut WHO, hipertensi termasuk penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengoleloaan hipertensi, termasuk penerapan diet rendam garam. Tinjauan Literature ini untuk meneliti bagaimana dukungan keluarga dapat mengendalikan kondisi mereka. Pencarian literarure dilakukan melalui Library of Medicine, PubMed, Google Scholar, Scielo, dan Journal of Cardiovascular Nursing. Tinjauan mencakup sepuluh artikel yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025 dengan analisis data menggunakan metode sederhana yang sesuai dengan topik. Tinjauan menunjukan bahwa dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap kepatuhan pasien hipertensi, terutama dalam hal diet rendah garam, perawatan rutin, dan pengeloaan stress. Dukungan paling efektif melibatkan keterlibatan aktif, motivasi, serta mendorong emosional keluarga. Faktor budaya turut memengaruhi penerimaan pasien terhadap perawatan medis dan efektivitas dukungan keluarga. Keberhasilan pengendalian hipertensi sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan faktor budaya. Kolaborasi lintas budaya antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan dapat menciptakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam manajemen hipertensi.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup Remaja yang Menjalani Hemodialisa Menurut Teori Swanson Melisa Manumara, Theophylia; Fawwaz Faroq, Muhammad; Angga Ramanda, M; Jihan Salsabila, Jihan; Byifasya, Qezia; Yudaswari, Merlin; Setya Aprilya, Najla; Oktaviani, Anjani; Fitriani, Diana; Febriani, Fifi; Putri Listiawan, Helmalia; Ikrima Puri, Nadzila
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2826ac46

Abstract

Gagal ginjal kronis pada remaja menurunkan kualitas hidup.Dukungan keluarga dinilai krusial untuk membantu adaptasi selama terapi hemodialisa.Tujuan: Mengkaji hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup remaja yang menjalani hemodialisa berdasarkan teori Swanson. Metodologi: Kajian literatur ini dilakukan dengan penelusuran artikel ilmiah melalui database PubMed,ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar menggunakan pendekatan PICOT. Dari 30 artikel yang diidentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan selanjutnya dianalisis dengan pedoman Joanna Briggs Institute (2020) untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil: Dukungan keluarga(emosional, instrumental, informasional) terbukti meningkatkan kepatuhan, menurunkan kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Intervensi seperti edukasi keluarga dan terapi relaksasi juga efektif. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup.Diperlukan implementasi intervensi keperawatan berbasis keluarga dan penelitian lanjutan.
Analisis Teori Swanson pada Kondisi Kala II Menggunakan Sentuhan Caring Melisa Manumara, Theophylia; Aura Putri Denwid, Alya; Pirmansyah, Alan; Abdullah, Dasep; Kirana, Dewi; Suci Rahmadhani, Indah; Ilham Risqulloh, Muhammad; Windi, Neng; Melisa Amanda, Siti; Rohmah, Siti; Mulyati, Titi; Dwi Pania, Yulia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mwt5zz52

Abstract

Partus kala II lama merupakan salah satu komplikasi persalinan yang berpengaruh pada ibu dan bayi. Lamanya kala II sering di sebabkan oleh berbagai faktor, kondisi ini dapat menghambat kemajuan persalinan dan memperpanjang waktu lahirnya bayi. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya partus kala II lama sangat penting untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada keselamatan ibu serta bayi. Penerapan teori keperawatan yang tepat dapat memperkuat keyakinan, empati, komunikasi, serta dukungan emosional bagi ibu partus kala II. Tujuan: Di lakukan untuk mengidentifikasi peran caring menurut teori Swanson yang di jadikan intervensi untuk memberikan dukungan pada ibu partus kala II lama. Metode: kriteria penulis subjek penelitian ibu partus kala II lama menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dari 22 sumber terdiri atas 22 artikel yang di terbitkan antara tahun 2015 hingga 2025 dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.  Hasil: Di temukan 10 artikel sesuai kata kunci, terdapat 1 artikel yang sesuai kriteria penulis dan di pilih untuk di lakukan review. Kesimpulan: Teori Swanson terbukti dapat membantu perawat dalam praktik keperawatan untuk menjamin keselamatan pada ibu partus kala II serta bayi.
Peran Pendekatan Caring dalam Manajemen Hipertensi Menurut Teori Swanson Melisa Manumara, Theophylia; Faka Fadhlan, Ridho; Budiana, Muhamad; Puspitasari, Cindi; Indah Puspitasari, Nabila; Indah Kusuma W, Naila; Kiara Putri, Juliska; Septiani Nurlaela, Serli; Triani, Triani; Saidatul Mudrikah, Siti; Ramadhana, Ecy
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/py9ew070

Abstract

Sebagai kondisi kronis yang prevalensinya tinggi, hipertensi tercatat sebagai penyebab utama kesakitan dan kematian terkait penyakit kardiovaskular. Pengelolaan tekanan darah yang optimal tidak hanya ditentukan oleh terapi medis, melainkan juga sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dan peran pendukung dari tenaga keperawatan. Dalam konteks ini, pendekatan caring yang berlandaskan teori Swanson memiliki peran krusial dalam memperkuat hubungan terapeutik serta meningkatkan motivasi kepatuhan berobat pasien. Tujuan: Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pendekatan caring berdasarkan teori Swanson dalam upaya meningkatkan kepatuhan serta capaian klinis pada pasien hipertensi.: Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan database Google Scholar dan model PICOT. Dari 75 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 11 artikel memenuhi syarat kelayakan untuk kemudian dianalisis secara komprehensif, dengan fokus pada variabel intervensi caring, tingkat kepatuhan, dan hasil pengukuran tekanan darah.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi caring oleh perawat—yang diwujudkan dalam bentuk edukasi kesehatan, dukungan interpersonal, dan pendekatan multifaset—efektif dalam meningkatkan kepatuhan farmakologis dan stabilitas tekanan darah..Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa integrasi pendekatan caring menurut teori Swanson memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perbaikan kepatuhan dan hasil terapi pasien hipertensi. Untuk itu, penelitian lanjutan berupa uji coba terkontrol dengan periode follow-up yang panjang sangat diperlukan guna mengevaluasi efektivitas intervensi ini secara lebih menyeluruh.
Efektivitas Intervensi Berbasis Program Edukasi pada Faktor Depresi Melalui Penerapan Teori Swanson Melisa Manumara, Theophylia; Herdiansyah, Parhan; Raffy Assidiq Rizky, Muhamad; Apriliani, Intan; Danela, Alma; Putri Rahayu, Mutiara; Sabrina, Jihan; Yogi, Muhamad; Mardianti, Siti; Delviany, Destry; Putri Permana, Melani; Agniya Qirana, Nichia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k3pwa118

Abstract

Masalah kesehatan jiwa seperti depresi dan gangguan kecemasan menjadi beban global yang mempengaruhi kualitas hidup, khususnya pada populasi rentan seperti remaja dan kalangan mahasiswa. Meskipun intervensi berbasis tenaga kesehatan diakui sebagai pendekatan kunci untuk meningkatkan outcome klinis dan kepatuhan pasien. Studi ini berupaya mengkaji efektivitas intervensi berbasis tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan gangguan mental, sekaligus mengidentifikasi faktor penentu. Melalui metode tinjauan naratif. Intervensi berbasis tenaga kesehatan melalui edukasi terstruktur, pemantauan berkala, dan manajemen kasus outcome terapi, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dan sistem pemantauan yang belum optimal depresi, kecemasan, gangguan tidur, dan tekanan akademik, dengan dukungan sosial dan kualitas tidur sebagai faktor protektif. Intervensi berbasis tenaga kesehatan efektif dalam meningkatkan outcome kesehatan mental ketika didukung oleh program edukasi, pendampingan, dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan yang berkelanjutan. Adaptasi strategi sesuai konteks sosio-kultural lokal menjadi faktor penentu kesuksesan. Perlu dilakukan penelitian eksperimental lebih lanjut untuk memperkuat bukti efektivitas, termasuk pengembangan model intervensi digital yang mengintegrasikan pendekatan caring dan sistem dukungan pasien yang komprehensif.
Co-Authors Abdullah, Dasep Aditya Agustian, Arya Afriansah, Bryan Agniya Qirana, Nichia Ainnrrohima, Salma Aisha Munajat, Naylla Alnyza R, Gheby Amalina Gunawan, Nurin Angga Ramanda, M Anseli Nago, Florentina Apriliani, Intan Astrianti, Annisa Aura Putri Denwid, Alya Ayu Andini Azzahra, Amelia Budiana, Muhamad Byifasya, Qezia Cahaya Banyu Adjie, Regita Danela, Alma Delviany, Destry Dwi Pania, Yulia Dwi Putri, Irma Erlangga, Muhamad Faka Fadhlan, Ridho Fauziah Lugna, Gadiza Fauziah, Nurani Fawwaz Faroq, Muhammad Febriani, Fifi Fitriani, Diana Handayani, Indah Herdiansyah, Parhan Humaira Juniar Putri, Keyza Ikrima Puri, Nadzila Ilham Risqulloh, Muhammad Indah Kusuma W, Naila Indah Puspitasari, Nabila Jihan Salsabila, Jihan Kahirunnisa, Rikke Kartika Ayu, Kaella Kiara Putri, Juliska Kirana, Dewi Latifa Zahra, Nandisa Livia, Sharen Maharani, Sela Mardianti, Siti Masriyani, Devi Maydi , Ellyza Melisa Amanda, Siti Mulyati, Titi Nailah Lutfiah, Siti Nur Nabilah , Dina Nurhayati, Lisna Nurul Ainie, Devina Oktaviani, Anjani Permata, Nadia Pirmansyah, Alan Puspitasari, Cindi Putri Listiawan, Helmalia Putri Permana, Melani Putri Rahayu, Mutiara Putri, Adinda Rahayu Putria Pratiwi, Anggita Raffy Assidiq Rizky, Muhamad Rahmadini, Nadya Ramadhana, Ecy ramdani, fauzi Rinjani Suherman, Dian Sabrina, Jihan Safa Nuradinda, Desta Saidatul Mudrikah, Siti Septiani Nurlaela, Serli Setya Aprilya, Najla Siti Rohmah Suci Rahmadhani, Indah Syahputri Wijaya, Viokta Triani, Triani Windi, Neng Yogi, Muhamad Yudaswari, Merlin