Masa postpartum merupakan periode kritis setelah melahirkan yang berlangsung sekitar 6–8 minggu, di mana ibu mengalami perubahan fisiologis dan psikologis untuk kembali ke keadaan sebelum hamil. Pada masa ini, ibu memerlukan perhatian khusus karena risiko komplikasi seperti perdarahan, eklampsia, dan infeksi cukup tinggi. Selain faktor medis, aspek budaya juga berpengaruh besar terhadap perilaku dan perawatan ibu postpartum. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya terhadap perilaku perawatan ibu postpartum berdasarkan teori Transcultural Nursing Leininger. Metode: Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci “postpartum” dan “budaya”, menggunakan kerangka PICOT dan panduan PRISMA. Sebanyak 14 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020–2025 dianalisis. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa praktik budaya seperti pantangan makanan, penggunaan jamu, serta dukungan sosial dan keluarga berperan penting dalam pemulihan ibu. Pendekatan Transcultural Nursing terbukti membantu tenaga kesehatan menggabungkan praktik medis modern dengan nilai budaya lokal untuk meningkatkan efektivitas perawatan dan mencegah komplikasi seperti depresi postpartum. Kesimpulan: Dengan demikian, penerapan asuhan yang sensitif terhadap budaya dapat mendukung kesejahteraan ibu dan bayi secara menyeluruh.
Copyrights © 2025