Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berpotensi menimbulkan komplikasi berat seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Kepatuhan pasien dalam menjalani terapi antihipertensi menjadi faktor penentu dalam mencegah risiko tersebut. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendekatan perawat yang berlandaskan teori caring, khususnya teori Jean Watson dan model Swanson, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan pasien. Teori Watson menekankan hubungan empatik, kasih, perhatian tulus, serta rasa saling percaya antara perawat dan pasien. Sementara itu, model Swanson menguraikan lima tahap caring, yaitu understanding, presence, doing for (task), enabling (support), dan maintaining belief (sustaining). Kedua pendekatan ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga kebutuhan emosional dan sosial pasien sehingga proses perawatan menjadi lebih holistik dan bermakna. Dalam praktiknya, perawat berperan sebagai companion, motivator, dan educator yang membantu pasien meningkatkan self-awareness serta memotivasi mereka untuk mematuhi pengobatan. Hasil penerapan teori caring dapat meningkatkan kepatuhan minum obat, mengoptimalkan kontrol tekanan darah, dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang pada pasien hipertensi.
Copyrights © 2026