p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Hadiansyah Hadiansyah
Institut Kesehatan Rajawali

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Spiritual Care Dalam Pendekatan Holistik Berbasis Teori Watson untuk Meningkatkan Kenyamanan Psikospiritual Pasien Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Farrel Ali Ahmat; Faza Roja Nafila; Jihan Talita Ulfa; ⁠Kirana Dwi Rahmawati; Mugnia Siti Padilah; Nazmi Anggun Pratiwi; Nazzwa Syafa Azzahra; Reskia Nabila
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wcp9d569

Abstract

Pendekatan holistik dalam keperawatan memastikan bahwa kebutuhan manusia terpenuhi secara komprehensif, termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Salah satu dari yang paling terpenting komponen penting perawatan ini adalah perawatan spiritual, yang membantu pasien mengidentifikasi makna, ketenangan, dari harapan mereka dalam menghadapi penyakit. Tujuan menganalisis perawatan spiritual dalam pendekatan holistik berdasarkan. Metodologi kegiatan ini menggunakan pendekatan narrative review. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa perawatan spiritual memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan kesejahteraan emosional dan spiritual pasien, memperkuat hubungan terapeutik antara pasien dan perawat, berfungsi sebagai contoh perawatan holistik. Tantangan yang dihadapi perawat antara lain kurangnya pemahaman dan perawatan spiritual, kurangnya motivasi, waktu dan dukungan organisasi, serta perbedaan dalam spiritualitas pribadi kehidupan sehari - hari. Menurut teori Jean Watson, perawatan spiritual menekankan perawatan diri, perhatian penuh, dan kasih sayang dalam setiap interaksi perawatan. Oleh karena itu, pendidikan, pelatihan, dan manajemen pelatihan dukungan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam memberikan perawatan asuhan yang berbasis spiritualitas dan kemanusiaan. Kemampuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berlandaskan spiritualitas dan kemanusiaan.
Peran Caring Transkultural pada Pasien Gangguan Neurologis Epilepsi Melalui Teori Madeleine Leininger Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Briggita Melanie Putri; Ariza Anasaparoni; Gisa Nurul Liyah; Najla Salsabilla; Nazwa Nurul Fadilah; Nia Ramadhani; Rahma Setiasih; Siwi Erliyani; Syahla Yusriyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k91d1521

Abstract

Tingkat kecemasan pada pasien diabetes melitus cukup tinggi dan dapat memengaruhi kepatuhan serta hasil pengelolaan penyakit. Perilaku caring perawat, menurut Teori Human Caring Jean Watson, diyakini dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien melalui penerapan prinsip empati, komunikasi terapeutik, edukasi kesehatan, dan dukungan psikososial. Tujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku caring perawat berdasarkan Teori Human Caring Jean Watson dengan tingkat kecemasan yang dialami pasien diabetes melitus. Metodologi kegiatan ini menggunakan  pendekatan narrative review.  Hasil Analisis menunjukkan bahwa perilaku caring perawat berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus. Penerapan prinsip human caring meningkatkan kenyamanan emosional, kepatuhan pasien terhadap pengelolaan penyakit, serta memperkuat hubungan perawatpasien. Kesimpulan praktik keperawatan yang menekankan nilainilai kemanusiaan tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga keseimbangan emosional dan spiritual pasien. Oleh karena itu, penerapan teori Human Caring Jean Watson perlu terus diperkuat dalam pendidikan dan praktik keperawatan guna meningkatkan kualitas asuhan pada pasien dengan diabetes melitus.
Penerapan Teori Caring Jean Watson Dalam Peningkatan Kepuasan Pasien dengan Diagnosa Thypoid di Rumah Sakit Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Wal Ikram Nova Nur Syawal; Anisa Putri; Wardah Khoerunnisa Maulia; Auliya Nurul Fauzyah; Agnia Zulfandini; Nadia Pratiwi; Aulya Khaerunnisa Fadhilah; Bunga Wastiashy; Natasya Siti Nur Al- Adawiyyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sa1djh20

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi dan risiko penularan yang besar akibat rendahnya kebersihan pribadi dan lingkungan. Penyakit ini terutama disebabkan oleh Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi, dengan prevalensi dilaporkan berkisar antara 350–810 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Tujuan penulisan ini adalah untuk melaporkan dan menggambarkan kasus demam tifoid pada anak serta menekankan pentingnya diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat. Metode yang digunakan adalah survey kasus terhadap seorang anak laki-laki berusia 18 bulan yang datang ke unit gawat darurat dengan keluhan demam selama 11 hari, disertai evaluasi klinis, pemeriksaan fisik, dan penunjang medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa berdasarkan gejala klinis, temuan pemeriksaan fisik, serta respons terhadap terapi, pasien didiagnosis sebagai demam tifoid. Kasus ini mencerminkan masih tingginya beban penyakit demam tifoid, yang dilaporkan mencapai 4.444 kasus setiap tahunnya. Kesimpulannya, diagnosis dini dan pengobatan yang optimal sangat penting untuk mencegah komplikasi. Disarankan peningkatan kewaspadaan klinis, edukasi masyarakat terkait higiene, serta penguatan sistem surveilans penyakit tifoid.
Implementasi Teori Caring Jean Watson Pada Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi: Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Kajian Literatur Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Enjang Nugraha; Ayuni Sukmawati; Aida Kurnia; Samira Deswanti; Siti Nurhalimah; Siti Afwa Agnia Aziz; Nadia Zaimatunnisa; Kafka Nafisa Kuntoro
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vn2dsq71

Abstract

Sejak dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada tahun 2020, angka kasus dan kematian meningkat tajam, menempatkan perawat di garis depan dalam menghadapi situasi berisiko tinggi yang menimbulkan tekanan fisik, emosional, dan psikologis (Karo1 et al., 2023). Pandemi COVID-19 menyebabkan krisis kesehatan global yang sangat memengaruhi sistem kesehatan di seluruh dunia, terutama perawat yang bertugas di garis terdepan dalam memberikan perawatan kepada pasien di ruang isolasi. Situasi isolasi berdampak pada tekanan psikologis, stres, dan kecemasan bagi pasien maupun perawat. Kegiatan ini bertujuan menerapkan implementasi teori caring Jean Watson pada pasien COVID-19 di ruang isolasi. Hasil menunjukkan bahwa implementasi ten caritas processes dari Jean Watson meningkatkan kualitas hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Nilai humanistik, empati, komunikasi terapeutik, dan dukungan spiritual terbukti mengurangi stres serta kecemasan pasien, meningkatkan rasa aman, dan memperkuat kepercayaan serta kepuasan terhadap pelayanan. Selain itu, teori ini membantu perawat menjaga keseimbangan emosional, mengurangi depresi moral, dan memperkuat ketahanan mental. Secara keseluruhan, implementasi teori caring Jean Watson memperkuat praktik keperawatan holistik yang menekankan keseimbangan aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.
Pendekatan Caring Jean Watson untuk Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Hipertensi Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Septian Gilang Pamungkas; Salsa Safitri; Halifa Nur Rohman; Kalista Amanda; Salma Prayudia; Fatwa Prima Irmanto; Sahara Ahiri; Rika Elia; Naaiyla Aqiillaah Khairunissa
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/g36yvm33

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berpotensi menimbulkan komplikasi berat seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Kepatuhan pasien dalam menjalani terapi antihipertensi menjadi faktor penentu dalam mencegah risiko tersebut. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendekatan perawat yang berlandaskan teori caring, khususnya teori Jean Watson dan model Swanson, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan pasien. Teori Watson menekankan hubungan empatik, kasih, perhatian tulus, serta rasa saling percaya antara perawat dan pasien. Sementara itu, model Swanson menguraikan lima tahap caring, yaitu understanding, presence, doing for (task), enabling (support), dan maintaining belief (sustaining). Kedua pendekatan ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga kebutuhan emosional dan sosial pasien sehingga proses perawatan menjadi lebih holistik dan bermakna. Dalam praktiknya, perawat berperan sebagai companion, motivator, dan educator yang membantu pasien meningkatkan self-awareness serta memotivasi mereka untuk mematuhi pengobatan. Hasil penerapan teori caring dapat meningkatkan kepatuhan minum obat, mengoptimalkan kontrol tekanan darah, dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang pada pasien hipertensi.