remaja. Gangguan fungsi ginjal, jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis yang serius. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining kesehatan ginjal pada remaja melalui pemeriksaan urine sewaktu sehingga dapat memberikan gambaran awal status kesehatan ginjal remaja dan menjadi dasar intervensi lebih lanjut. Kegiatan ini diikuti oleh 110 remaja di SMA X Jakarta. Kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahap, dimulai dengan mengisi kuesioner, pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan urine menggunakan disptick. Hasil pemeriksaan yang tidak normal diberikan edukasi atau rekomendasi ke pelayanan kesehatan terdekat. Dari hasil skrining urine sewaktu menunjukkan 56.3% remaja mengalami leukosituria, 41.8% proteinuria, 8.2% hematuria, 18,2% ketonuria, dan 48.1% bilirubinuria. Ditemukan 36.3% remaja pre hipertensi, memiliki kebiasaan yang dapat merusak ginjal seperti konsumsi makanan instan mengandung natrium tinggi, minum air putih <8 gelas per hari, kebiasaan menahan buang air kecil. Beberapa remaja juga menunjukkan tanda dan gejala ISK seperti nyeri saat berkemih, sakit pada area genitalia dan berkemih tidak lancar. Pemeriksaan urine sewaktu efektif dilakukan untuk memberikan gambaran kesehatan ginjal. Sekolah perlu membuat program edukasi kesehatan ginjal bagi remaja secara rutin melalui kegiatan penyuluhan dan media poster.
Copyrights © 2026