Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Nursing Students Readiness Through Clinical Learning Sondang Ratnauli Sianturi; Lia Natalia
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.857 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2021.009.01.16

Abstract

Students’ experiences in doing clinical learning are a challenge in themselves where studnets interact directly with patients and face the changes that occur. Students are prepared in various aspects to deal with learning in clinics where students contact with patients. The phenomenon that occurs is students are not confident to practice and learn cases in clinic, fear of the tasks and responsibilities given. The purpose of this study is to describe of nursing student readiness when practice in clinical setting at the Nursing Institution in Jakarta. This research method is a quantitative method with a correlative design with 219 samples (nursing students). The measuring instrument used in this study is by using the CLES questionnaire, motivation and anxiety faced by students. The results showed that the RMSEA value is 0.000, which means that the fit of the model is good or good fit and 90% internal confidence, and there is an influence from the environment (p value 0,000), motivation (p value 0,000) and anxiety factors (p value 0,000) to the readiness students doing clinical learning. Therefore, to get good service quality in nursing education, collaboration between health care and education is very important to create a conducive environment for students to conduct clinical learning.
Pemberdayaan Kader Kesehatan: Pencegahan Komplikasi Diabetes dengan Pengelolaan Makan dan Perawatan Kaki Dewi Prabawati; Lia Natalia
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9251

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang dapat mengakibatkan komplikasi pada organ tubuh. Diperlukan peran serta kader kesehatan untuk dapat memotivasi pasien DM agar dapat menjaga pola hidup sehat melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik. Perlu dilakukan edukasi kepada para kader kesehatan terkait pencegahan komplikasi DM dengan pengelolaan Makan dan Perawatan Kaki. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi Kesehatan kepada kader kesehatan tentang pencegahan komplikasi DM dengan pengelolaan Makan dan Perawatan Kaki. Kegiatan ini diikuti oleh 34 kader kesehatan di Puskesmas Johar Baru, Jakarta Pusat. Ada 4 tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu perkenalan dan ice breaking, dilanjutkan dilakukan penjelasan tentang Konsep DM, pengelolaan makan dan membaca label makanan, sesi dilanjutkan dengan penjelasan perawatan kaki dan screening kaki; dan diakhiri dengan demonstrasi dan re-demonstrasi senam kaki DM. Hasil evaluasi terhadap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terlihat mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang baik sebesar 91.2% terkait dengan pengetahuan perawatan kaki DM. Kegiatan ini perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan kader Kesehatan tentang pengendalian pasien DM sehingga mereka dapat membagikan ilmu kepada pasien DM disekitarnya dan akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melakukan monitoring pada area kaki.
Skrining Kesehatan Ginjal pada Remaja Melalui Pemeriksaan Urine Sewaktu Lia Natalia; Rahma Hidayati; Mohtar Jamaluddin; Juzan Asngadi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/z8bw1s04

Abstract

remaja. Gangguan fungsi ginjal, jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis yang serius. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining kesehatan ginjal pada remaja melalui pemeriksaan urine sewaktu sehingga dapat memberikan gambaran awal status kesehatan ginjal remaja dan menjadi dasar intervensi lebih lanjut. Kegiatan ini diikuti oleh 110 remaja di SMA X Jakarta. Kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahap, dimulai dengan mengisi kuesioner, pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan urine menggunakan disptick. Hasil pemeriksaan yang tidak normal diberikan edukasi atau rekomendasi ke pelayanan kesehatan terdekat. Dari hasil skrining urine sewaktu menunjukkan 56.3% remaja mengalami leukosituria, 41.8% proteinuria, 8.2% hematuria, 18,2% ketonuria, dan 48.1% bilirubinuria. Ditemukan 36.3% remaja pre hipertensi, memiliki kebiasaan yang dapat merusak ginjal seperti konsumsi makanan instan mengandung natrium tinggi, minum air putih <8 gelas per hari, kebiasaan menahan buang air kecil.  Beberapa remaja juga menunjukkan tanda dan gejala ISK seperti nyeri saat berkemih, sakit pada area genitalia dan berkemih tidak lancar. Pemeriksaan urine sewaktu efektif dilakukan untuk memberikan gambaran kesehatan ginjal. Sekolah perlu membuat program edukasi kesehatan ginjal bagi remaja secara rutin melalui kegiatan penyuluhan dan media poster.
The Relationship between Blood Flow Velocity (QB) and Achievement of URR Values in Hemodialysis Patients Christianto Napitu; Lia Natalia; Yovita Setiyowati
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5019

Abstract

This literature study examines the relationship between blood flow velocity (Qb) and the achievement of Urea Reduction Ratio (URR) values in chronic kidney disease (CKD) patients undergoing hemodialysis. The main objective of this review is to identify and analyze findings from various studies related to this topic. The research method used is a systematic literature review, with article searches through the ResearchGate, Proquest, and Google Scholar databases using specific keywords. Of the 310 initial articles, 10 articles that met the inclusion and exclusion criteria were further analyzed. The results of the analysis of the 10 articles showed a variety of findings regarding the relationship between Qb and URR. Three studies showed a significant relationship between increasing Qb with increasing URR and hemodialysis effectiveness. Meanwhile, two other studies found no significant relationship between Qb and hemodialysis adequacy, emphasizing the role of other factors such as vascular access patency, body weight, and dialysis characteristics. Other studies also highlighted the influence of dialysis filter type and hemodialysis time on adequacy. The conclusion of this literature review is that there is an indication of a positive relationship between blood flow velocity and achievement of hemodialysis adequacy as measured by URR in CKD patients. However, this relationship is influenced by various other factors. The implication of this review is the need for holistic consideration of patient and technical factors in determining Qb settings to achieve optimal dialysis adequacy. Further research is needed to identify more specific and personalized guidelines in Qb settings to improve hemodialysis outcomes in CKD patients