Jurnal Medika: Medika
Vol. 5 No. 1 (2026)

Pendampingan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Stunting pada Anak dengan Riwayat Bronkopneumonia dan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Tangerang

Dodo Nugroho (Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara)
Ernawati Ernawati (Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara)
Stephanie Amadea (Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara)
Marisca Clarissa Virgie (Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara)
Meta Angelia Buntardi (Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
08 Jan 2026

Abstract

Stunting atau kerdil merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan yang dialami anak berusia di bawah lima tahun. Stunting dapat dikategorikan apabila tinggi badan anak lebih rendah dari minus dua standar deviasi kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO). Kekurangan gizi kronis serta infeksi yang terjadi secara berulang, terutama pada masa pertumbuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat berpotensi menyebabkan stunting. Studi kasus dilakukan pada anak perempuan berusia 4 tahun 3 bulan dengan pola asuh dan asupan nutrisi yang kurang baik. Satu bulan sebelumnya pasien terdiagnosis bronkopneumonia dan anemia dengan hemoglobin 10.5 g/dL dan rontgen thorax menunjukkan gambaran bronkopneumonia. Pasien didiagnosis banding dengan TB paru, namun hasil test mantouxnya negatif. Hasil pemeriksaan antropometri menunjukkan pasien stunting dengan berat badan 9,9 kg dan panjang badan 89 cm. Pendekatan kedokteran keluarga yang holistik menggunakan Mandala of Health mampu mengidentifikasi penyebab masalah stunting pada pasien ini. Penyebab yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan orangtua terkait pola asuh sehingga asupan nutrisi yang diberikan tidak sesuai baik secara jumlah maupun jenisnya, kurangnya kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal, serta buruknya sirkulasi udara dalam rumah. Intervensi yang dilakukan berupa penerapan pola makan sehat dengan menu yang bervariasi, terapi PMT susu, suplementasi vitamin, sirup zat besi, kebersihan diri, perbaikan lingkungan tempat tinggal, serta edukasi terkait pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Setelah intervensi, keluarga pasien memahami pola asuh yang baik dengan memberikan asupan nutrisi sesuai anjuran sehingga terjadi kenaikan berat badan pada pasien.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

medika

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil ...