Meta Angelia Buntardi
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Stunting pada Anak dengan Riwayat Bronkopneumonia dan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Tangerang Dodo Nugroho; Ernawati Ernawati; Stephanie Amadea; Marisca Clarissa Virgie; Meta Angelia Buntardi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9k948t63

Abstract

Stunting atau kerdil merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan yang dialami anak berusia di bawah lima tahun. Stunting dapat dikategorikan apabila tinggi badan anak lebih rendah dari minus dua standar deviasi kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO). Kekurangan gizi kronis serta infeksi yang terjadi secara berulang, terutama pada masa pertumbuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat berpotensi menyebabkan stunting. Studi kasus dilakukan pada anak perempuan berusia 4 tahun 3 bulan dengan pola asuh dan asupan nutrisi yang kurang baik. Satu bulan sebelumnya pasien terdiagnosis bronkopneumonia dan anemia dengan hemoglobin 10.5 g/dL dan rontgen thorax menunjukkan gambaran bronkopneumonia. Pasien didiagnosis banding dengan TB paru, namun hasil test mantouxnya negatif. Hasil pemeriksaan antropometri menunjukkan pasien stunting dengan berat badan 9,9 kg dan panjang badan 89 cm. Pendekatan kedokteran keluarga yang holistik menggunakan Mandala of Health mampu mengidentifikasi penyebab masalah stunting pada pasien ini. Penyebab yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan orangtua terkait pola asuh sehingga asupan nutrisi yang diberikan tidak sesuai baik secara jumlah maupun jenisnya, kurangnya kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal, serta buruknya sirkulasi udara dalam rumah. Intervensi yang dilakukan berupa penerapan pola makan sehat dengan menu yang bervariasi, terapi PMT susu, suplementasi vitamin, sirup zat besi, kebersihan diri, perbaikan lingkungan tempat tinggal, serta edukasi terkait pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Setelah intervensi, keluarga pasien memahami pola asuh yang baik dengan memberikan asupan nutrisi sesuai anjuran sehingga terjadi kenaikan berat badan pada pasien.