Setiap anak berhak untuk tumbuh dan berkembang dengan gembira, aman, dan sehat. Untuk mencapainya, kita perlu saling menghargai, memilih teman yang baik, serta menjaga diri dari hal-hal yang dapat merugikan tubuh dan masa depan kita. Bullying di sekolah dasar masih sering dinormalisasi sebagai ejekan sehingga berisiko menimbulkan masalah psikologis dan menurunkan kenyamanan belajar. Tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bentuk, dampak, dan pencegahan bullying. Metode kegiatan pengabdian dilaksanakan di SDN 001 Koto Kampar Hulu pada siswa kelas V–VI melalui observasi awal, penyuluhan interaktif, diskusi-tanya jawab, dan demonstrasi praktik perilaku saling menghargai. Hasil setelah edukasi, siswa mampu menjelaskan definisi dan bentuk bullying, mengenali dampaknya, serta menunjukkan sikap menolak perundungan, guru memperoleh penguatan strategi pencegahan dan mekanisme dukungan bagi korban. Intervensi berbasis sekolah efektif sebagai langkah awal pembentukan iklim kelas yang aman, namun membutuhkan penguatan norma dan pemantauan agar perubahan perilaku bertahan. Saran: integrasikan materi anti-bullying dalam kegiatan rutin sekolah, bentuk duta sebaya, libatkan orang tua, dan lakukan monitoring berkala.
Copyrights © 2026