Keterbatasan ruang hijau di sekolah perkotaan menuntut inovasi nyata untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan model pertanian perkotaan (urban farming) di SMAN 2 Palopo guna meningkatkan kualitas lingkungan serta literasi pertanian modern warga sekolah. Melalui partisipasi 111 guru dan siswa, metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan pelatihan teori dan praktik lapangan yang meliputi penerapan teknologi hidroponik sistem Nutrient Film Technique (NFT), wall gardening, dan vertikultur. Evaluasi keberhasilan program diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan transformasi lahan tidur sekolah menjadi area hijau produktif yang berfungsi sebagai laboratorium alam. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang signifikan, di mana 90% peserta berhasil mencapai kategori pengetahuan sangat tinggi pasca-pelatihan. Selain aspek edukasi, program ini menciptakan dampak ekonomi melalui kewirausahaan hijau berupa penjualan hasil panen sayuran segar di lingkungan sekolah, serta mendapatkan legitimasi strategis dari pemerintah daerah. Disimpulkan bahwa integrasi urban farming efektif dalam membangun kemandirian pangan, penguatan karakter siswa, dan penciptaan ekosistem sekolah yang adaptif terhadap tantangan lingkungan global..
Copyrights © 2026