Kemajuan teknologi informasi yang diikuti oleh pesatnya penggunaan media sosial telah memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja, khususnya dalam memperoleh informasi terkait kesehatan reproduksi. Rendahnya tingkat literasi digital menyebabkan remaja lebih mudah terpapar informasi yang tidak akurat, sehingga berpotensi memengaruhi munculnya perilaku seksual yang berisiko. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi. Kegiatan dilaksanakan di SMA 1 Muhammadiyah Bandung dengan melibatkan sebanyak 50 siswa. Metode pelaksanaan meliputi pengukuran pengetahuan awal melalui pre-test, pemberian edukasi interaktif berbasis media sosial, serta evaluasi akhir menggunakan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 55,2 pada pre-test menjadi 78,6 pada post-test, yang menandakan terjadinya peningkatan pemahaman setelah intervensi. Dengan demikian, edukasi kesehatan reproduksi berbasis media sosial terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja serta berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif yang relevan di era digital.
Copyrights © 2026