Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses evolusi dialek urban dan faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya dialek tersebut di masyarakat multikultural Kecamatan Jangkang, khususnya di Desa Balai Sebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam terhadap tokoh adat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat lokal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran penggunaan kosakata lokal seperti tabe pak, iyok, dan kula ke bentuk bahasa yang lebih umum, modern, dan berorientasi urban seperti aku, maaf, serta kosakata gaul seperti bro, santuy, gercep, dan otw. Faktor utama yang memengaruhi perubahan ini adalah masifnya penggunaan media sosial serta proses urbanisasi yang memperluas kontak antarvariasi bahasa. Selain itu, munculnya gaya berbahasa generasi milenial yang cenderung lebih ekspresif dan informal turut membentuk tata krama bahasa yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Fenomena ini berdampak terhadap perubahan nilai-nilai komunikasi, termasuk dalam aspek etika dan kesantunan berbahasa. Temuan ini kemudian diintegrasikan ke dalam pengembangan bahan ajar kontekstual untuk Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) FTIK IAIN Pontianak, dengan tujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap dinamika bahasa sebagai cermin perubahan sosial-budaya dan sarana dakwah yang kontekstual dalam masyarakat multikultural.
Copyrights © 2025