Pelayanan transfusi darah merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan rumah sakit. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) memiliki peran strategis dalam pengelolaan permintaan dan pendistribusian komponen darah guna menjamin ketersediaan darah yang aman dan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan dan pendistribusian komponen darah di BDRS sebagai gambaran kebutuhan pelayanan transfusi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder diperoleh dari catatan permintaan darah BDRS ke UPD PMI dan data pendistribusian darah dari BDRS ke ruang perawatan selama periode penelitian. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan perangkat lunak JASP, dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total permintaan darah ke UPD PMI sebanyak 646 kantong, dengan komponen yang paling banyak diminta adalah Packed Red Cells (PRC) golongan O⁺ (32,5%), diikuti PRC B⁺ (27,9%) dan PRC A⁺ (19,0%). Pendistribusian darah dari BDRS ke ruang perawatan paling banyak dilakukan ke ruang H3 (20,0%) dan ruang Bedah (19,1%). Perbandingan antara permintaan dan pendistribusian menunjukkan bahwa jumlah permintaan darah lebih besar dibandingkan jumlah darah yang didistribusikan ke ruang perawatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan transfusi darah di rumah sakit didominasi oleh komponen PRC dan diperlukan pengelolaan persediaan darah yang optimal untuk mendukung pelayanan transfusi. Kata Kunci : Bank Darah Rumah Sakit, Permintaan Darah, Pendistribusian Darah ABSTRACT Blood transfusion services are an essential component of hospital healthcare systems. The Hospital Blood Bank (HBB) plays a strategic role in managing the demand and distribution of blood components to ensure adequate and timely blood availability. This study aimed to analyze the demand and distribution of blood components in the hospital blood bank as a description of transfusion service needs. This study employed a descriptive quantitative design with a retrospective approach. Secondary data were obtained from records of blood requests from the hospital blood bank to the Red Cross Blood Center and blood distribution from the hospital blood bank to hospital wards during the study period. Data processing and descriptive analysis were performed using JASP software, presenting frequency distributions and percentages. The results showed that the total blood demand reached 646 units, with Packed Red Cells (PRC) O⁺ being the most requested component (32.5%), followed by PRC B⁺ (27.9%) and PRC A⁺ (19.0%). Blood distribution from the hospital blood bank was highest to the H3 ward (20.0%) and the surgical ward (19.1%). The comparison between blood demand and distribution indicated that blood demand exceeded the amount distributed to hospital wards. In conclusion, hospital transfusion needs were predominantly dominated by PRC components, highlighting the importance of optimal blood inventory management to support transfusion services. Keyword : Hospital Blood Bank, Blood Demand, Blood Distribution
Copyrights © 2025