Penelitian ini menerapkan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Negeri 2 Ponorogo. Subjek penelitian melibatkan 35 siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal, terdiri atas 21 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan PACER Test sebagai instrumen untuk mengukur kebugaran kardiorespirasi. Hasil analisis yang mengacu pada norma Tes Kebugaran Pelajar Nasional (TKPN) Kementerian Pemuda dan Olahraga menunjukkan adanya perbedaan tingkat kebugaran kardiorespirasi berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Pada kelompok usia 15 tahun, tingkat kebugaran jasmani siswa didominasi kategori rendah hingga sangat rendah. Pada usia 16 tahun, terlihat kecenderungan peningkatan kebugaran, khususnya pada siswa laki-laki yang sebagian besar berada pada kategori cukup. Sementara itu, pada kelompok usia 17 tahun, siswa laki-laki mayoritas berada pada kategori sangat rendah, sedangkan siswa perempuan menunjukkan distribusi kategori yang lebih baik, yakni pada kategori cukup dan baik. Secara umum, tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 2 Ponorogo menunjukkan variasi ditinjau dari aspek usia dan jenis kelamin, namun distribusinya masih didominasi oleh kategori sangat rendah hingga cukup. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan aktivitas fisik serta penerapan program latihan daya tahan yang terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan kebugaran jasmani siswa
Copyrights © 2026