Studi terhadap gharīb al-Qur’ān—yakni kosakata asing, jarang, atau sulit dipahami dalam Al-Qur’an—merupakan bidang penting dalam tradisi tafsir klasik. Di antara tokoh yang berperan dalam pengembangan bidang ini adalah Ibn al-Ḥāʾim melalui karyanya al-Tibyān fī Tafsīr Gharīb al-Qur’ān. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis kontribusi dan pendekatan Ibn al-Ḥāʾim dalam menafsirkan kosa kata gharīb, serta mengevaluasi bagaimana pendekatan interdisipliner yang digunakannya mencerminkan keluasan wawasan keilmuan Islam klasik. Latar belakang kajian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman terhadap makna leksikal dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya pemeliharaan makna teks suci dan penguatan metodologi tafsir. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis isi (content analysis). Sumber utama yang digunakan adalah teks al-Tibyān, sementara referensi sekundernya mencakup karya-karya tafsir klasik dan literatur filologi Arab. Analisis dilakukan menggunakan teori linguistik klasik dan pendekatan semiotik Al-Qur’an, dengan perhatian khusus pada keterkaitan antara istilah Qur’ani dan berbagai disiplin ilmu seperti fikih, gramatika, morfologi, retorika, logika, dan teologi. Pendekatan Ibn al-Ḥāʾim dalam menafsirkan kosa kata dilakukan melalui kutipan langsung maupun tidak langsung dari para ulama sebelumnya, meskipun metode sitasinya kerap tidak konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Ibn al-Ḥāʾim dalam al-Tibyān mencerminkan tradisi tafsir multidisipliner yang berakar pada kerangka keilmuan Islam klasik. Tafsir terhadap istilah gharīb dilakukan bukan hanya secara leksikal, tetapi juga dikaitkan dengan fungsi semantis dan kontekstual dalam kerangka ilmu-ilmu Islam. Penelitian ini menegaskan pentingnya al-Tibyān sebagai referensi dalam studi tafsir modern, khususnya dalam bidang leksikografi Qur’ani dan pengembangan metodologi tafsir interdisipliner.
Copyrights © 2025