Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena pekerja yang menunjukkan kinerja tinggi namun berada dalam kondisi kerentanan psikologis, khususnya kecemasan kerja, dengan menggunakan Model Job Demands–Resources (JDR) sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang karyawan laki-laki dewasa yang bekerja pada posisi manajerial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi perilaku, serta asesmen psikologis menggunakan beberapa instrumen, yaitu Depression Anxiety Stress Scale (DASS), Sixteen Personality Factor Questionnaire (16PF), dan asesmen proyektif grafis. Hasil asesmen menunjukkan bahwa adanya ketegangan emosional dan kerentanan psikologis pada pada subjek, namun subjek tetap mampu mempertahankan produktivitas, tanggung jawab, dan komitmen kerja yang tinggi meskipun mengalami kecemasan kerja. Tuntutan pekerjaan yang berlebihan, seperti ketidakjelasan peran, peningkatan beban kerja, serta minimnya arahan dan umpan balik dari atasan, berkontribusi signifikan terhadap munculnya kecemasan kerja. Karakteristik kepribadian berupa tanggung jawab tinggi, etos kerja kuat, dan kegigihan berperan sebagai sumber daya personal yang membantu menjaga kinerja,Intervensi yang diberikan menggunakan pendekatan kognitif dalam bentuk konseling singkat yang dikombinasikan dengan psikoedukasi, dengan fokus pada klarifikasi peran kerja, restrukturisasi kognitif, dan manajemen stres. Evaluasi pascaintervensi menunjukkan adanya penurunan kecemasan dan peningkatan regulasi emosi, meskipun tuntutan pekerjaan secara struktural belum banyak berubah. Temuan ini mendukung asumsi Model JDR bahwa ketidakseimbangan antara tuntutan kerja dan sumber daya dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pekerja meskipun kinerja  tetap terjaga
Copyrights © 2026