Penyakit hati merupakan masalah kesehatan yang signifikan dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Manajemen diet merupakan komponen krusial dalam penatalaksanaan penyakit hati. Namun, pelaksanaan edukasi dietetik yang komprehensif di fasilitas kesehatan primer sering terkendala oleh keterbatasan waktu konsultasi dan sumber daya tenaga kesehatan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pendekatan komunikasi kesehatan terintegrasi dalam penyebarluasan informasi manajemen dietetik penyakit hati di Puskesmas Jatibaru melalui kombinasi media leaflet dan edukasi singkat. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Jatibaru selama satu minggu pada bulan Maret 2025 dengan sasaran pasien dewasa (≥20 tahun). Intervensi meliputi distribusi leaflet “Liver Diets” yang berisi prinsip diet hepatoprotektif serta pelaksanaan edukasi singkat selama 3–5 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara informal, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi kegiatan. Program berhasil mendistribusikan sebanyak 30 leaflet dan memberikan edukasi singkat kepada 25 pasien. Sebanyak 30% leaflet diberikan kepada pasien dengan faktor risiko penyakit hati, sedangkan 70% didistribusikan kepada pasien secara acak. Hasil wawancara informal menunjukkan bahwa 83% pasien menyatakan ketertarikan terhadap informasi yang diberikan. Selain itu, ditemukan beberapa miskonsepsi umum terkait hubungan pola makan dengan kesehatan hati yang berhasil diklarifikasi melalui kegiatan edukasi. Pendekatan komunikasi kesehatan terintegrasi efektif meningkatkan akses dan pemahaman informasi dietetik penyakit hati di fasilitas kesehatan primer meskipun dengan keterbatasan waktu konsultasi.
Copyrights © 2026