Infeksi cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang meluas di seluruh dunia, terutama di daerah dengan kondisi sosial dan ekonomi yang kurang baik, menyebabkan gangguan kesehatan kronis yang berhubungan dengan faktor higienitas dan ekonomi, serta berdampak pada penurunan kondisi gizi. Di Indonesia, diperkirakan lebih dari 60% anak-anak menderita infeksi cacing, dengan prevalensi tertinggi ditemukan pada anak-anak usia 6-12 tahun atau anak sekolah dasar. Rendahnya mutu sanitasi, pencemaran tanah, dan kebiasaan seperti tidak mencuci tangan merupakan penyebab utama transmisi telur cacing.. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan upaya pencegahan dan penanggulangan infeksi kecacingan melalui penyuluhan dan praktik mencuci tangan serta gunting kuku yang benar pada 20 siswa kelas 1 dan 2 SDN 191 Pematang Kabau. Metode yang digunakan adalah pendekatan sosialisasi dan metode interaktif yang bersifat partisipatif, menggunakan media edukasi berupa PowerPoint visual, video YouTube, dan alat demonstrasi langsung (sabun, air, gunting kuku). Pengumpulan data dilakukan melalui kuis pengetahuan (pre-test dan post-test) secara lisan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum mengetahui secara benar mengenai jenis-jenis cacing (95% belum tahu) dan cara mencuci tangan serta menggunting kuku yang benar (75% tidak tahu). Namun, setelah pemberian materi dan praktik, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat efektif. Seluruh anak (100%) telah mengetahui gejala cacingan, cara mencegah infeksi, dan cara mencuci tangan serta menggunting kuku yang benar. Secara keseluruhan, program edukasi menggunakan ceramah interaktif, media visual, dan demonstrasi langsung terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa SDN 191 Pematang Kabau. Diharapkan kebiasaan hidup bersih ini dapat dilakukan secara konsisten untuk mencegah infeksi cacing dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026