Penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya bawang merah berdampak terhadap degradasi tanah, untuk itu diperlukan alternatif penggunaan pupuk yang lebih ramah lingkungan seperti pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair (POC) urin kelinci dan pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah serta untuk mencari kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan dari Maret 2023 sampai Agustus 2023 di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap 2 faktor dan 3 ulangan dengan 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama merupakan pemberian konsentrasi POC urin kelinci dengan 4 taraf, yaitu 0 mL L-1, 100 mL L-1, 150 mL L-1, dan 200 mL L-1. Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf pengurangan 0%, 25%, dan 50% dari dosis rekomendasi 200 kg/ha. Hasil penelitian menunjukan pemberian POC 200 mL L-1 dapat meningkatkan jumlah daun 5 MST & 7 MST; luas daun 7 MST; serta bobot segar tanaman pada 5 MST. Pengurangan NPK 0% meningkatkan jumlah daun 5 MST & 7 MST; serta luas daun 7 MST. Kombinasi pemberian 100 mL L-1 POC dan 200 kg/ha pupuk NPK dapat meningkatkan jumlah umbi dan bobot segar umbi.
Copyrights © 2025