Fatichin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respon Morfologi Sembilan Genotipe Kedelai (Glycine max) pada Sistem Pertanaman Monokultur dan Tumpang Sisip Kedelai-Jagung: Morphological Responses of Nine Soybean (Glycine max L.) Genotypes Under Monoculture and Soybean–Maize Intercropping Systems Fatmalah, Nurul; Fatichin; Ponendi Hidayat
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.6219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologi sembilan genotipe kedelai pada sistem pertanaman monokultur dan tumpang sisip. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Juli – Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, perlakuan terdiri dari 9 genotipe kedelai yaitu genotipe Slamet, Anjasmara, Grobogan, PB-4-1, C5, P71, Dena 1, Malika, dan Indo 253. Setiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga terdapat 27 petak pada setiap sistem pertanaman. Data yang berdistribusi normal dan homogen dianalisis dengan uji ragam atau analysis of variance (ANOVA) gabungan untuk menduga ada tidaknya interaksi antara genotipe dengan sistem pertanaman. Jika uji F berpengaruh nyata maka nilai tengah diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Menggunakan aplikasi Ms. Excel Office 2019, SPSS 25, dan aplikasi DSAASTAT 1.514. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara genotipe dan sistem pertanaman pada karakter luas daun, jumlah polong per tanaman dan jumlah polong isi per tanaman. Kata kunci: Sistem Pertanaman; Tumpang Sisip; Genotipe Kedelai
Sebuah Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Urin Kelinci dan Pengurangan Pupuk Anorganik terhadap Tanaman Bawang Merah: Pupuk Organik Cair Urin Kelinci untuk Tanaman Bawang Merah Risqa Naila Khusna Syarifah; Tini, Etik Wukir; Aditya Rifai Gunawan; Fatichin
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.190-197

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya bawang merah berdampak terhadap degradasi tanah, untuk itu diperlukan alternatif penggunaan pupuk yang lebih ramah lingkungan seperti pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair (POC) urin kelinci dan pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah serta untuk mencari kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan dari Maret 2023 sampai Agustus 2023 di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap 2 faktor dan 3 ulangan dengan 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama merupakan pemberian konsentrasi POC urin kelinci dengan 4 taraf, yaitu 0 mL L-1, 100 mL L-1, 150 mL L-1, dan 200 mL L-1. Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf pengurangan 0%, 25%, dan 50% dari dosis rekomendasi 200 kg/ha. Hasil penelitian menunjukan pemberian POC 200 mL L-1 dapat meningkatkan jumlah daun 5 MST & 7 MST; luas daun 7 MST; serta bobot segar tanaman pada 5 MST. Pengurangan NPK 0% meningkatkan jumlah daun 5 MST & 7 MST; serta luas daun 7 MST. Kombinasi pemberian 100 mL L-1 POC dan 200 kg/ha pupuk NPK dapat meningkatkan jumlah umbi dan bobot segar umbi.