Peningkatan produktivitas cabai merah dapat dilakukan dengan pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik dalam waktu yang relatif lama dapat menimbulkan penurunan kesuburan tanah dan berkurangnya kandungan bahan organik. Oleh karena itu penggunaan kompos yang berasal dari decanter solid pabrik kelapa sawit dan pupuk hayati yang perkaya Mucuna bracteata dapat digunakan untuk menurunkan penggunaan pupuk anorganik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan dosis pupuk terbaik dalam mengurangi dosis pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau pada bulan Agustus 2023 hingga Januari 2024. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 75% pupuk NPK + kompos decanter solid + pupuk hayati (10% M. bracteata) mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang sama dengan 100% pupuk NPK sehingga kombinasi kedua pupuk ini dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK sebesar 25%. Hal ini mengindikasikan bahwa kombinasi pupuk organik dan hayati mampu meningkatkan efisiensi serapan hara serta memperbaiki ketersediaan unsur hara tanah. Kata kunci : limbah kelapa sawit, produktivitas, pupuk anorganik, pupuk hayati, ramah lingkungan
Copyrights © 2025