Rahma Dini, Isna
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kombinasi Dosis Pupuk N P K Dengan Frekuensi Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna; Febrianti, Berliana
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10623

Abstract

Tanaman kacang hijau merupakan salah satu tanaman pangan yang penting bagi masyarakat setelah tanaman kedelai. Tanaman kacang hijau memiliki  kandungan gizi karbohidrat yang tinggi, protein, mineral dan vitamin. Produksi tanaman kacang hijau mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Umumnya petani menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus yang dapat berdampak menurunkan kesuburan tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman kacang hijau salah satunya dengan pemberian pupuk hayati Bacillus cereus dalam budidaya tanaman. Kombinasi pupuk N, P, K dan pupuk hayati Bacillus cereus yang dapat mendorong pembentukan hormon IAA yang dapat membantu terutama dalam fase vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk N, P, K dengan frekuensi pupuk hayati terbaik untuk pertumbuhan dan hasil dalam mengurangi penggunaan pupuk N, P, K pada tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Jalan Bina Widya km 12,5 Simpang Baru Panam, Kecamatan Tampan, Pekanbaru mulai bulan Februari sampai Mei 2022. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap  dengan 5 taraf perlakuan. Taraf perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas 5 taraf, yaitu pupuk N, P, K 100% + tanpa pemberian pupuk hayati; pupuk N, P, K 75%  + 3 kali pemberian pupuk hayati; pupuk N, P, K 75% + 4 kali pemberian pupuk hayati; pupuk  N, P, K 50% + 3 kali pemberian pupuk hayati dan pupuk N, P, K 50% + 4 kali pemberian pupuk hayati. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, umur panen, bobot 100 biji dan bobot biji kering per tanaman. Hasil pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 75% pupuk N, P, K dan 4 kali pemberian pupuk hayati mempercepat umur panen tanaman kacang hijau. Kombinasi 75% pupuk N, P, K dan 4 kali pemberian pupuk hayati dibandingkan dengan pemberian 100% pupuk N, P, K dan tanpa pemberian pupuk hayati.
Pemberian Bahan Organik, Mikrob Selulolitik Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna; Muttakin, Ahmad
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12836

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman legum yang termasuk famili Fabaceae. Produksi kacang tanah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini diduga karena cara budidaya yang kurang tepat serta daya dukung kemampuan tanah yang terbatas. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kacang tanah melalui pemupukan organik dan anorganik, yaitu dengan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian bahan organik TKKS dengan mikrob Selulolitik dan pupuk NPK, pengaruh pemberian TKKS dengan mikrob selulolitik dan pengaruh pemberian pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Riau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I pemberian bahan organik TKKS dengan tiga taraf yaitu, 0 t.ha-1, TKKS+mikrob Selulolitik 5 t.ha-1, Kompos TKKS dekomposer mikrob selulolitik 5 t.ha-1. Faktor II pemberian pupuk NPK dengan tiga taraf, NPK 50% (0,625 g per polibag), NPK 75% (0,9375 g per polibag) dan NPK 100% (1,25 g per polibag). Parameter yang diamati adalah jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, persentase polong bernas per tanaman, berat biji kering per tanaman, dan berat 100 biji. Hasil penelitian interaksi pemberian kompos TKKS, TKKS dengan mikrob selulolitik dan pupuk NPK berpengaruh terhadap jumlah polong per tanaman dan berat 100 biji kering.
Pertumbuhan Dan Produksi Padi Gogo (Oryza sativa L.) Pada Berbagai Komposisi Pupuk NPK, Kompos Solid Dan Pupuk Hayati Maisya, Elani; Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna
Agrium Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i1.15687

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Penurunan produksi padi di Riau diikuti dengan penurunan luas lahan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi pupuk NPK, kompos solid dan pupuk hayati dalam mengurangi penggunaan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi padi gogo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan tujuh perlakuan yaitu 100% NPK; 100% NPK + kompos solid; 75% NPK + kompos solid; 50% NPK + kompos solid; 100% NPK+ kompos solid + pupuk hayati; 75% NPK + kompos solid + pupuk hayati dan 50% NPK + kompos solid + pupuk hayati. Hasil penelitian menunjukkan komposisi 75% pupuk NPK, kompos solid 20 ton.ha-1 dan pupuk hayati 10 ml.l-1 mampu mengimbangi komposisi 100% pupuk NPK dalam memberikan hasil terbaik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo serta dapat mengurangi penggunaan 25% pupuk NPK.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Dengan Pemberian Kombinasi Pupuk N, P, K, Solid Dan Hayati Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna; Susanti, Selvi
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16714

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) memiliki manfaat tidak hanya dapat dikonsumsi tetapi juga digunakan sebagai bahan industri. Peningkatan hasil jagung manis yang dilakukan dengan  pemupukan anorganik secara berlebihan tanpa dibarengi dengan penambahan bahan organik berakibat buruk bagi tanah. Aplikasi kompos solid dan pupuk hayati dengan konsorsium bakteri selulolitik merupakan alternatif dalam  memperbaiki sifat fisik, kimia dan hayati tanah. Penelitian bertujuan mengetahui kombinasi dosis pupuk N, P, K, solid dan hayati terhadap pertumbuhan dan hasil  jagung manis dalam mengurangi penggunaan pupuk N, P, K. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, sembilan perlakuan dengan tiga ulangan sebagai berikut:    100% pupuk N, P, K; 100% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 75% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 75% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 50% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati; 25% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 0% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 0% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 0% Pupuk N, P, K+pupuk hayati (10 ml/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi 75% pupuk N, P, K dengan kompos solid 30 t.ha-1 dan pupuk hayati 10  ml.l-1 (tiga kali aplikasi) menghasilkan tinggi tanaman, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot dan hasil bobot tongkol berkelobot per m2 pada tanaman jagung manis varietas Bonanza F1. Pemberian kompos solid dan pupuk hayati mampu mengurangi penggunaan pupuk N, P, K sebesar 25%.
Pemberian Kompos Solid, Pupuk NPK Dan Pupuk Hayati yang diperkaya dengan Mucuna bracteata terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Hapsoh, Hapsoh; Wawan, Wawan; Mukti, Ririn Virintia; Rahma Dini, Isna
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.151-158

Abstract

Peningkatan produktivitas cabai merah dapat dilakukan dengan pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik dalam waktu yang relatif lama dapat menimbulkan penurunan kesuburan tanah dan berkurangnya kandungan bahan organik. Oleh karena itu penggunaan kompos yang berasal dari decanter solid pabrik kelapa sawit dan pupuk hayati yang perkaya Mucuna bracteata dapat digunakan untuk menurunkan penggunaan pupuk anorganik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan dosis pupuk terbaik dalam mengurangi dosis pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau pada bulan Agustus 2023 hingga Januari 2024. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 75% pupuk NPK + kompos decanter solid + pupuk hayati (10% M. bracteata) mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang sama dengan 100% pupuk NPK sehingga kombinasi kedua pupuk ini dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK sebesar 25%. Hal ini mengindikasikan bahwa kombinasi pupuk organik dan hayati mampu meningkatkan efisiensi serapan hara serta memperbaiki ketersediaan unsur hara tanah. Kata kunci : limbah kelapa sawit, produktivitas, pupuk anorganik, pupuk hayati, ramah lingkungan