Agama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pembelian produk barang mewah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya permintaan akan fashion luxury brand di kalangan generasi Z di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi pembelian barang mewah yaitu adanya faktor sosial yang didalamnya terdapat unsur agama. Fenomena yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir yaitu generasi Z muslim di Kota Bandung yang dihadapkan dengan barang-barang mewah dan lebih menekankan aspek keagamaan dalam kehidupannya. Bagi beberapa orang yang religius, pembelian barang mewah sangat bertentangan dengan ajaran nilai agama yang mengedepankan kesederhanaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi bagaimana tingkat religiusitas dan motivasi yang terjadi pada generasi Z dalam intensi membeli produk fashion luxury, serta bagaimana religiusitas berperan didalam motivasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan studi kasus intrinstik. Serta dianalisis menggunakan teknik analisis data dari Miles and Hubberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa religiusitas yang terjadi pada generasi Z dalam intensi membeli fashion luxury brand yang telah diamati melalui dimensi keyakinan, pengetahuan, peribadatan atau praktik, penghayatan, dan efek atau pengalaman. Dilihat dari lima dimensi tersebut terlihat bahwa tujuan generasi Z untuk membeli fashion luxury yaitu untuk aktualisasi diri.
Copyrights © 2026