Kemampuan lompatan vertikal merupakan komponen fisik fundamental dalam olahraga bola basket yang sangat bergantung pada daya ledak (power) otot kaki. Salah satu metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan ini adalah latihan plyometric, khususnya box to jump, yang memanfaatkan mekanisme siklus peregangan-pemendekan (Stretch-Shortening Cycle). Penelitian mengenai efektivitas latihan ini secara spesifik pada pemain basket remaja di Manado Independent School masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric box to jump terhadap peningkatan daya ledak otot kaki dan tinggi lompatan vertikal pada pemain basket putra di Manado Independent School. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 15 pemain basket putra berusia 15-18 tahun yang diambil menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa latihan plyometric box to jump diberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pengukuran tinggi lompatan vertikal menggunakan Vertical Jump Test dan analisis video Kinovea, sedangkan daya ledak otot kaki dihitung menggunakan rumus Sayers. Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi ? < 0,05. Latihan plyometric box to jump berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot kaki dan tinggi lompatan vertikal pada pemain basket putra di Manado Independent School. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata daya ledak otot kaki dari 547,02 (pre-test) menjadi 553,92 (post-test) dan rata-rata tinggi lompatan vertikal dari 68,20 cm menjadi 69,93 cm, sehingga hipotesis penelitian (H1) diterima. Latihan plyometric box to jump berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot kaki dan tinggi lompatan vertikal pada pemain basket putra di Manado Independent School.
Copyrights © 2025