Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Body Mass Index (BMI) And Age On Range Of Motion (ROM) of Articulatio Talocruralis in the Elderly in Wioi Village, Regency. Southeast Minahasa Rumampuk, Jimmy Franky; Siada, Gracela Marchtica; Lintong, Fransiska; Danes, Vennetia Ryckerens; Moningka, Maya Esther Wullur; Pangemanan, Damayanti
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/hij.v2i1.14

Abstract

Background: The ROM value of a joint indicates the flexibility of that joint. An increase in BMI value is one of the factors that can cause ROM values to decrease and will affect muscle and joint strength. Several studies have linked increased BMI with decreased ROM where obese populations have limited ROM compared to non-obese populations. Objective: This study aims to determine the relationship between body mass index (BMI) and range of motion (ROM) of articulatio talocruralis in the elderly in Wioi Village, Regency. Southeast Minahasa. Methods: This study is an analytic observational study with a cross sectional approach. The instruments used in this study were digital scales and stature meters to measure BMI, and goniometers to measure ROM. The research sample was selected using simple random sampling technique. Data were tested using binary logistic regression analysis method. Results: Of the 51 respondents studied, binary logistic regression analysis showed an effect of BMI on Dorsiflexion (p = 0.023, β = -0.197) and Plantarflexion (p = 0.014, β = -0.254), but no effect of age on Dorsiflexion (p = 0.635, β = -0.022) and Plantarflexion (p = 0.173, β = -0.069). Conclusion: Body mass index (BMI) affects the range of motion (ROM) of articulatio talocruralis, but age does not affect the range of motion (ROM) of articulatio talocruralis in the elderly in Wioi Village, Regency. Southeast Minahasa.
Pengaruh Latihan Plyometric Box to Jump pada Daya Ledak Otot Kaki Terhadap Tinggi Lompatan Vertikal Pemain Basket Najoan, Miracle Wensy Hersen; Moningka, Maya Esther Wullur; Rumampuk, Jimmy Franky
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3840

Abstract

Kemampuan lompatan vertikal merupakan komponen fisik fundamental dalam olahraga bola basket yang sangat bergantung pada daya ledak (power) otot kaki. Salah satu metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan ini adalah latihan plyometric, khususnya box to jump, yang memanfaatkan mekanisme siklus peregangan-pemendekan (Stretch-Shortening Cycle). Penelitian mengenai efektivitas latihan ini secara spesifik pada pemain basket remaja di Manado Independent School masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric box to jump terhadap peningkatan daya ledak otot kaki dan tinggi lompatan vertikal pada pemain basket putra di Manado Independent School. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 15 pemain basket putra berusia 15-18 tahun yang diambil menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa latihan plyometric box to jump diberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pengukuran tinggi lompatan vertikal menggunakan Vertical Jump Test dan analisis video Kinovea, sedangkan daya ledak otot kaki dihitung menggunakan rumus Sayers. Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi ? < 0,05. Latihan plyometric box to jump berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot kaki dan tinggi lompatan vertikal pada pemain basket putra di Manado Independent School. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata daya ledak otot kaki dari 547,02 (pre-test) menjadi 553,92 (post-test) dan rata-rata tinggi lompatan vertikal dari 68,20 cm menjadi 69,93 cm, sehingga hipotesis penelitian (H1) diterima. Latihan plyometric box to jump berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot kaki dan tinggi lompatan vertikal pada pemain basket putra di Manado Independent School.
Pengetahuan tentang Nyamuk Aedes aegypti untuk Pencegahan Penyakit Demam Dengue Sorisi, Angle Maria Hasthee; Moningka, Maya Esther Wullur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3864

Abstract

Nyamuk merupakan serangga yang memiliki peran penting dalam kesehatan masyarakat karena sebagian besar nyamuk  berperan sebagai vektor berbagai penyakit menular. Nyamuk termasuk dalam ordo Diptera, famili Culicidae, yang terbagi ke dalam subfamili Anophelinae (Anopheles) dan Culicinae (Aedes dan Culex). Genus Aedes, khususnya Aedes aegypti dan Aedes albopictus, menjadi vektor utama arbovirus seperti demam berdarah dengue, chikungunya, zika, dan yellow fever. Pada tahun 2023, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Utara tercatat sebanyak 978 kasus. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Minahasa menyumbang 579 kasus. Menurut kepala dinas kesehatan Minahasa di tahun 2024, Kabupaten Minahasa tercatat sebanyak 270 kasus penyakit DBD. Kecamatan Pineleng mencatat 38 kasus, menjadikannya sebagai kecamatan dengan jumlah kasus DBD terbanyak di wilayah tersebut pada tahun 2024. Peran serta masyarakat sangat penting dalam pengendalian  penyakit DBD, ini akan sangat membantu pemerintah mensukseskan upaya preventif DBD sehingga bisa dikendalikan. Pemutusan rantai penyakit melalui 3M Plus sangat penting dalam tindakan pencegahan DBD. Untuk itu, diperlukan pemahaman pengetahuan tentang Nyamuk Aedes sp sebagai vektor penyakit DBD kepada masyarakat. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi masyarakat di Desa Sea Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara, maka kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Pengetahuan tentang Nyamuk  Aedes aegypti untuk Pencegahan Penyakit DBD