Penelitian ini menganalisis determinan kepemilikan akun keuangan formal di Indonesia pasca-pandemi menggunakan regresi logistik biner pada data Global Findex 2024 (N = 1.067). Variabel independen mencakup usia, pendidikan, pendapatan (quintile), gender, domisili, dan status ketenagakerjaan. Hasil menunjukkan pendidikan tinggi meningkatkan odds kepemilikan sebesar 412% (OR = 5,12; 95% CI = 2,18–14,10; p < 0,001), diikuti pendidikan menengah (OR = 2,43) dan quintile terkaya (OR = 2,22). Gender gap signifikan: perempuan memiliki odds 25% lebih rendah (OR = 0,750; p = 0,042). Status pengangguran menurunkan odds hingga 51% (OR = 0,487). Domisili pedesaan tidak signifikan (p = 0,624), menandakan konvergensi urban-rural akibat digitalisasi. Model valid (VIF < 1,3; Hosmer-Lemeshow p = 0,653; AUC = 0,716). Penelitian ini merekomendasikan intervensi berbasis odds ratio bagi OJK untuk mencapai inklusi 90% pada 2029.
Copyrights © 2025