Henti jantung merupakan kegawatdaruratan yang sering berujung pada kematian jantung mendadak bila tidak segera ditangani, dengan angka kejadian dan mortalitas yang masih tinggi secara global maupun di Indonesia. Meskipun data internasional sudah banyak melaporkan insidensi serta luaran henti jantung, data epidemiologi yang sistematis dan terbaru mengenai karakteristik pasien henti jantung yang mendapat resusitasi jantung paru (RJP) di ICU, khususnya di Indonesia dan di RS R. D. Kandou, masih terbatas. Untuk mengetahui profil pasien henti jantung yang mendapatkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) di ICU RS. R. D. Kandou periode Januari 2024–Januari 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder. Sampel diambil menggunakan metode total sampling Dari 503 pasien henti jantung yang tercatat di ICU, sebanyak 253 pasien memenuhi kriteria inklusi. Median usia pasien adalah 56 tahun, dengan jenis kelamin yang hampir seimbang (laki-laki 50,6% dan perempuan 49,4%). Irama awal tersering adalah asystole (78,2%), dengan luaran ROSC tercapai pada 39,5% pasien, sedangkan 60,5% lainnya tidak mencapai ROSC. Komorbiditas yang paling sering ditemukan adalah hipertensi (26,2%). Sebagian besar pasien henti jantung yang mendapatkan RJP di ICU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou adalah kelompok usia dewasa dengan dominasi laki-laki, komorbid utama hipertensi, irama awal tersering asystole, serta luaran terbanyak non-ROSC. Kelompok non-ROSC cenderung memiliki durasi RJP lebih lama dan membutuhkan total dosis epinefrin lebih tinggi dibandingkan kelompok ROSC.
Copyrights © 2025