Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh body shaming terhadap pembentukan harga diri mahasiswa melalui pendekatan kualitatif. Body shaming merupakan fenomena sosial yang memberikan komentar negatif terhadap kondisi fisik seseorang dan dapat menjadi stresor psikologis yang signifikan bagi remaja dan mahasiswa, terutama perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang memiliki pengalaman body shaming. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman subjektif informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body shaming berkontribusi pada penurunan harga diri mahasiswa, yang tampak dari munculnya perasaan tidak percaya diri, rasa malu terhadap kondisi fisik, serta kecenderungan membandingkan diri dengan standar tubuh ideal. Body shaming yang bersifat berulang dan berasal dari lingkungan terdekat membuat mahasiswa menginternalisasi penilaian negatif tersebut, sehingga mempengaruhi konsep diri dan evaluasi terhadap diri secara keseluruhan. Dampak emosional yang muncul meliputi perasaan minder, kecemasan sosial, dan kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa mengembangkan strategi coping untuk menghadapi pengalaman tersebut, seperti mencari dukungan sosial, membatasi paparan lingkungan negatif, dan berupaya membangun penerimaan diri. Penelitian ini menegaskan bahwa body shaming merupakan pengalaman yang berpotensi menghambat pembentukan harga diri yang sehat pada mahasiswa. Dukungan sosial dan kemampuan mengembangkan strategi coping adaptif berperan sebagai faktor pelindung yang membantu mahasiswa membangun kembali harga diri. Temuan ini memperkuat pentingnya kesadaran lingkungan kampus untuk menciptakan interaksi sosial yang lebih empatik dan menghargai keberagaman tubuh.
Copyrights © 2026