Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Luka ke Penerimaan Diri: Studi Kualitatif tentang Pengaruh Body Shaming terhadap Pembentukan Harga Diri Mahasiswa Nst, Fatira Felicia; Selian , Sri Nurhayati
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh body shaming terhadap pembentukan harga diri mahasiswa melalui pendekatan kualitatif. Body shaming merupakan fenomena sosial yang memberikan komentar negatif terhadap kondisi fisik seseorang dan dapat menjadi stresor psikologis yang signifikan bagi remaja dan mahasiswa, terutama perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang memiliki pengalaman body shaming. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman subjektif informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body shaming berkontribusi pada penurunan harga diri mahasiswa, yang tampak dari munculnya perasaan tidak percaya diri, rasa malu terhadap kondisi fisik, serta kecenderungan membandingkan diri dengan standar tubuh ideal. Body shaming yang bersifat berulang dan berasal dari lingkungan terdekat membuat mahasiswa menginternalisasi penilaian negatif tersebut, sehingga mempengaruhi konsep diri dan evaluasi terhadap diri secara keseluruhan. Dampak emosional yang muncul meliputi perasaan minder, kecemasan sosial, dan kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa mengembangkan strategi coping untuk menghadapi pengalaman tersebut, seperti mencari dukungan sosial, membatasi paparan lingkungan negatif, dan berupaya membangun penerimaan diri. Penelitian ini menegaskan bahwa body shaming merupakan pengalaman yang berpotensi menghambat pembentukan harga diri yang sehat pada mahasiswa. Dukungan sosial dan kemampuan mengembangkan strategi coping adaptif berperan sebagai faktor pelindung yang membantu mahasiswa membangun kembali harga diri. Temuan ini memperkuat pentingnya kesadaran lingkungan kampus untuk menciptakan interaksi sosial yang lebih empatik dan menghargai keberagaman tubuh.
Explorasi Karakteristik Kepribadian Plegmatis Pada Mahasiswa dalam Kehidupan Akademik Andini, Ageng Yosicha; Selian , Sri Nurhayati
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.82

Abstract

Kepribadian merupakan salah satu aspek fundamental dalam diri individu yang berperan penting dalam membentuk pola pikir, sikap, serta perilaku seseorang dalam berbagai situasi, termasuk dalam konteks pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik kepribadian plegmatis pada mahasiswa dalam kehidupan pendidikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif eksploratif. Tiga responden penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang memiliki kecenderungan kepribadian plegmatis, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kepribadian plegmatis memiliki karakteristik utama berupa sikap tenang, stabil secara emosional, sabar, serta cenderung menghindari konflik. Dalam konteks akademik, mereka menunjukkan pola belajar yang stabil namun cenderung pasif dalam partisipasi kelas dan kurang memiliki inisiatif dalam mengeksplorasi materi pembelajaran. Meskipun demikian, mereka memiliki kemampuan adaptasi sosial yang baik dan mampu menjaga hubungan interpersonal yang harmonis di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, kepribadian plegmatis berperan penting dalam membentuk perilaku mahasiswa dalam kehidupan pendidikan, baik sebagai faktor pendukung maupun penghambat, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa sesuai dengan karakteristik kepribadiannya