eaching Factory (TEFA) merupakan model pembelajaran berbasis industri yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Model ini menekankan pembelajaran berbasis praktik nyata dengan standar kerja industri guna meningkatkan kompetensi produktif siswa secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Teaching Factory terhadap peningkatan hard skill dan soft skill siswa di SMK SMTI Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk melihat hubungan dan pengaruh antara variabel implementasi TEFA dan kompetensi produktif siswa. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran Teaching Factory, dengan sampel penelitian terdiri atas siswa kelas XI dan XII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan aktif dalam kegiatan TEFA. Pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur persepsi dan capaian kompetensi siswa, observasi untuk melihat pelaksanaan pembelajaran secara langsung, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan kondisi umum variabel penelitian dan analisis regresi sederhana untuk menguji pengaruh implementasi TEFA terhadap peningkatan kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Teaching Factory berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hard skill dan soft skill siswa. Temuan ini menegaskan bahwa Teaching Factory merupakan model pembelajaran yang efektif dan relevan dalam meningkatkan kompetensi produktif siswa SMK serta mendukung kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan tuntutan dan standar industri.
Copyrights © 2026