Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) paru ialah penyakit infeksi saluran pernapasan kronis yang diakibatkan oleh Mycobacterium tuberculosis. WHO menyebut TB sebagai penyebab kematian ke-13 di dunia dan kedua tertinggi akibat penyakit menular. Di Indonesia, 75% penderita TB berada pada usia produktif (15–54 tahun), pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas kerja. Faktor risiko TB paru mencangkup sosial ekonomi, pekerjaan, pendidikan, usia, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok. Tujuan: Studi ini bermaksud untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan riwayat merokok terhadap kejadian TB paru di Puskesmas Melati Kuala Kapuas. Metode: Penelitian memakai metode observasional dengan desain potong lintang dan teknik purposive sampling. Analisis data memakai uji chi-square. Hasil: Hasil uji Fisher's Exact Test terhadap 105 responden memperlihatkan nilai p = 0,000, yang bermakna ada hubungan signifikan antara riwayat merokok dan kejadian TB paru. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan riwayat merokok dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Melati Kuala Kapuas.
Copyrights © 2025