Monitoring children's growth is crucial for determining their nutritional status. This is useful for improving nutritional status if a child is found to be malnourished. One way to monitor the growth of infants and toddlers is through integrated health service post (Posyandu) activities. Active community participation, through the role of health cadres, is necessary to support the achievement of Posyandu activities' objectives. Active, agile, and knowledgeable cadres can contribute to the success of improving the nutritional status of infants and toddlers. Anthropometric measurements on infants and toddlers must be performed correctly to avoid measurement deviations that could lead to nutritional misdiagnosis. Tombulu Community Health Center in Minahasa Regency has 11 Posyandus with 79 cadres. In recent years, these cadres have not received assistance in anthropometric measurements and determining the nutritional status of toddlers. The purpose of this activity is to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres regarding anthropometric measurements and assessing the nutritional status of toddlers. The methods implemented include outreach, counseling, and training. The tools and materials used are Child Growth Monitoring Leaflets, Presentation Slides, LCD, toddler scales for weight training, infantometer and microtoise for height and length measurement training. Pretests and posttests were conducted to determine changes in the knowledge and skills of Posyandu cadres. The results showed that the training had a positive impact on improving the knowledge and skills of Posyandu cadres. Successful monitoring of toddler growth requires the support and active role of the government, through Community Health Centers (Puskesmas) and Posyandu Operational Working Groups (Pokjanal), to facilitate the implementation of various community health activities at Posyandu. ABSTRAK Pemantauan pertumbuhan anak adalah hal penting untuk mengetahui bagaimana status gizinya. Hal ini berguna untuk memperbaiki status gizi apabila ditemukan anak dengan keadaan gizi yang tidak baik. Salah satu cara pemantauan pertumbuhan bayi dan balita adalah melalui kegiatan posyandu. Partisipasi aktif Masyarakat melalui peran kader kesehatan, diperlukan untuk menunjang tercapainya tujuan pada kegiatan posyandu. Kader yang aktif, cekatan, dan berpengetahuan luas dapat membantu keberhasilan dalam meningkatkan status gizi bayi dan balita. Pengukuran antropometri pada bayi dan balita harus dilakukan dengan benar agar tidak terjadi penyimpangan pengukuran yang mengakibatkan kesalahan diagnosis gizi. Puskesmas Tombulu di kabupaten Minahasa, memiliki 11 posyandu dengan jumlah kader 79 orang. Dalam beberapa tahun terakhir para kader belum mendapatkan pendampingan pengukuran antropometri dan penentuan status gizi balita. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu mengenai pengukuran antropometri dan penilaian status gizi balita. Jenis metode yang dilaksanakan adalah kegiatan sosialisasi penyuluhan dan petatihan. Alat dan bahan yang digunakan adalah Leaflet Pemantauan Pertumbuhan pada Anak, Slide Presentasi, LCD, timbangan balita untuk pelatihan penimbangan berat badan, infantometer dan microtoise untuk pelatihan pengukuran tinggi badan dan panjang badan. Kegiatan pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan pengetahuan dan keterampilan pada kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Keberhasilan dalam pemantauan pertumbuhan balita, diperlukan dukungan dan peran aktif pemerintah melalui Puskesmas dan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu dalam memfasilitasi pelaksanaan berbagai kegiatan kesehatan masyarakat di posyandu.
Copyrights © 2025