Penanganan konflik fungsional di Desa terlihat karna adanya berbagai tindakan musyawarah atau rembug Desa antar golongan elit lokal desa yaitu BPD dan aparat desa yang didasarkan pada maksud penanganan konflik dengan mengakomodasi dan berkompromi dengan tujuan untuk mewujudkan produktivitas aparat desa secara optimal. Ketegangan antara BPD dan Pemerintah desa cukup mengganggu kinerja pemerintahan desa, hal ini juga dirasakan oleh masyarakat di Desa Badean. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan model penelitian yang menunjukkan pengaruh antara satu variabel pengaruh variabel konflik fungsional elit lokal desa dan variabel terpengaruh variabel produktivitas kerja aparat desa. Berdasarkan hasil analisis pengaruh konflik fungsional elit lokal desa terhadap produktivitas kerja aparat desa dalam penelitian ini menggunakan rumus chi-kuadrat (X²) terhadap tingkat konfilk fungsional dan tingkat produktivitas kerja aparat desa dapat disimpulkan bahwa hasil analisa X² yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa X² hitung sama dengan 0,08 pada taraf signifikansi 0,05 atau 95% lebih kecil dibandingkan dengan X² tabel sama dengan 3,84, maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari konflik fungsional elit desa terhadap produktivitas kerja aparat desa di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.
Copyrights © 2026