Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kualitas Pelayanan Pembuatan Akta Kelahiran Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember Pertiwi, Retno Setyo; Kariyanto, Sigit; Handiarto, Handiarto
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 1 (2024): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i1.4380

Abstract

Tingkat kualitas pelayanan pembuatan akte kelahiran yang dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember secara umum dapat dikatakan sangat baik. Hal ini diperoleh dari hasil survei lapangan dan survei yang dilihat dari sudut pandang masyarakat yang membuat akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember atau survei wawancara yang telah dilakukan, tidak hanya melalui masyarakat dan survei langsung di lapangan, namun survei ini juga dilakukan melalui pegawai yang bekerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember khususnya di bidang pembuatan akte kelahiran. Menurut pandangan masyarakat, yang berhasil diteliti adalah masyarakat merasa cukup puas dengan hasil pelayanan pembuatan akte kelahiran yang dilakukan oleh karyawan dan merasa cukup terbantu dengan kualitas pelayanan pembuatan akte kelahiran tersebut.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM MASA DARURAT PENYEBARAN COVID-19 (STUDI KASUS DI SDN KARANGREJO 02 KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER) Handiarto, Handiarto; Pertiwi, Retno Setyo; Kariyanto, Sigit
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v6i2.2415

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pendidikan pada masa darurat penyebaran Covid-19 di SDN Karangrejo 02 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2021. Informan terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, Wali Siswa dan Siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Alat analisis yang digunakan adalah model Implementasi Kebijakan George Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Implementasi Kebijakan Pendidikan Pada Masa Darurat Penyebaran Covid-19 di SDN Karangrejo 02 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember berjalan relatif baik.
PENGARUH KONFLIK FUNGSIONAL ELIT LOKAL DESA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA APARAT DESA (Suatu studi di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember): Suatu studi di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Kariyanto, Sigit; Pertiwi, Retno Setyo
SRODJA (Sroedji Journal Administration) Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Moch. Sroedji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan konflik fungsional di Desa terlihat karna adanya berbagai tindakan musyawarah atau rembug Desa antar golongan elit lokal desa yaitu BPD dan aparat desa yang didasarkan pada maksud penanganan konflik dengan mengakomodasi dan berkompromi dengan tujuan untuk mewujudkan produktivitas aparat desa secara optimal. Ketegangan antara BPD dan Pemerintah desa cukup mengganggu kinerja pemerintahan desa, hal ini juga dirasakan oleh masyarakat di Desa Badean. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan model penelitian yang menunjukkan pengaruh antara satu variabel pengaruh variabel konflik fungsional elit lokal desa dan variabel terpengaruh variabel produktivitas kerja aparat desa. Berdasarkan hasil analisis pengaruh konflik fungsional elit lokal desa terhadap produktivitas kerja aparat desa dalam penelitian ini menggunakan rumus chi-kuadrat (X²) terhadap tingkat konfilk fungsional dan tingkat produktivitas kerja aparat desa dapat disimpulkan bahwa hasil analisa X² yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa  X² hitung sama dengan 0,08 pada taraf signifikansi 0,05 atau 95% lebih kecil dibandingkan dengan X² tabel sama dengan 3,84, maka  Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari konflik fungsional elit desa terhadap produktivitas kerja aparat desa di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA EDUKASI KETAKASI DI SIDOMULYO JEMBER Ma’ruf, Wahyu Iqbal; Mastika, I Ketut; Helpiastuti, Selfi Budi; Kariyanto, Sigit
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 7 No 3 (2025): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v7i3.1475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan Wisata Edukasi Ketakasi di Desa Sidomulyo, Kabupaten Jember. Topik ini penting karena pariwisata berbasis komunitas menjadi strategi kunci dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan, terutama pada sektor agrowisata kopi yang menjadi potensi utama desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa berperan sebagai regulator, fasilitator, katalisator, dan dinamisator melalui kebijakan wisata, penyediaan infrastruktur, kemitraan strategis, serta pemberdayaan pemuda dan promosi digital. Masyarakat turut berpartisipasi aktif melalui Pokdarwis dan Gerakan Pemuda Sidomulyo dalam pengelolaan kebun kopi edukatif, edukasi pengunjung, dan promosi berbasis media sosial. Temuan penelitian ini berdampak pada penguatan tata kelola kolaboratif di tingkat desa, yang mendorong pengembangan wisata edukatif yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya regulasi teknis yang aplikatif dan penguatan kapasitas kelembagaan sebagai prasyarat keberlanjutan wisata berbasis komunitas.