Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemimpin pesantren dalam menangani dan mencegah bullying di Pondok Pesantren Darul Hidayah, Desa Gambirono, Kec. Bangsalsari, Kab. Jember. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengidentifikasi langkah-langkah dan strategi yang diterapkan pemimpin dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, serta menggali bagaimana pendekatan kepemimpinan diterapkan dalam pelatihan karakter santri.Penelitian ini didasarkan pada teori kepemimpinan transformasional dan pendidikan karakter dalam konteks Islam. Kepemimpinan Kyai dipahami sebagai kunci utama dalam membentuk budaya pesantren yang religius dan anti-kekerasan. Nilai-nilai Islam seperti empati, tanggung jawab, dan kesadaran diri dijadikan landasan utama dalam upaya pembinaan serta penyelesaian konflik sosial di kalangan santri.Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari sembilan orang yang terdiri dari ketua yayasan, pengurus pesantren, wali santri, dan santri. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kyai memiliki peran sentral dan strategis dalam menciptakan iklim pesantren yang aman, religius, dan mendidik. Penanganan bullying tidak dilakukan dengan hukuman semata, melainkan melalui pelatihan karakter, pendekatan edukatif, dan penguatan nilai-nilai keislaman. Terdapat faktor pendukung seperti pendidikan akhlak dan komunikasi terbuka, serta hambatan seperti kurangnya pengawasan dan praktik senioritas. Keseluruhan temuan pentingnya kerja sama antar elemen pesantren untuk menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan santri
Copyrights © 2026