Pilkada serentak di Papua periode 2018–2020 menunjukkan fenome-na menarik, yakni kemenangan calon non-pribumi atas kotak kosong di Kabupaten Jayawijaya (2018) dan Kabupaten Raja Ampat (2020). Fenomena ini bertentangan dengan semangat Otsus, yang menekankan penguatan identitas lokal dan representasi politik. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penentu kemenangan calon bupati terpilih serta bentuk polarisasi politik lokal di kedua daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, dengan populasi pemilih yang diperoleh dari total suara di semua TPS kedua kabupaten. Analisis data dilakukan melalui tahap pengeditan, pengelompokan, dan pemrosesan menggunakan Model Sarantakos. Temuan menunjukkan bahwa kendali atas sumber daya ekonomi merupakan faktor utama yang menentukan kemenangan calon bupati di Kabupaten Raja Ampat (78%) dan Kabupaten Jaya-wijaya (55%), diikuti oleh investasi politik (41%). Kesimpulannya, kesuksesan calon lebih dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi da-ripada identitas lokal. Penelitian ini merekomendasikan agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin di Papua dengan bekal penguasaan sumber daya ekonomi yang me-madai.
Copyrights © 2024