Penelitian ini mengkaji peran media sosial dalam revitalisasi Pasar Maskuning Wetan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial desa. Pemerintah desa menggabungkan perbaikan pasar dan promosi digital melalui Instagram untuk memperluas jangkauan pasar. Pedagang yang aktif memakai media sosial melaporkan kenaikan penjualan hingga 15–30 persen, meski sebagian masih menghadapi tantangan dalam mengelola branding digital. Metode kualitatif dengan observasi dan wawancara, penelitian menemukan kurangnya perencanaan konten, identitas digital pasar yang belum kuat, dan interaksi audiens yang minim. Keterbatasan fasilitas digital dan dukungan kebijakan desa juga menghambat optimalisasi media sosial. Studi ini merekomendasikan pembentukan tim pengelola media sosial, peningkatan fasilitas digital, dan kolaborasi pemerintah desa, pengelola pasar, serta pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem digital pasar yang profesional dan berkelanjutan. Dengan langkah ini, pasar tradisional tidak hanya mempertahankan daya saing tetapi juga memperkuat jejaring sosial dan ekonomi lokal di era digital.
Copyrights © 2025