Artikel ini membahas transformasi pengembangan kurikulum di pesantren, sekolah, dan madrasah dari periode sebelum kemerdekaan Indonesia hingga era modern. Artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif (descriptive qualitative) untuk menggali perubahan yang signifikan dalam pendekatan pengajaran dan bagaimana setiap institusi merespons tantangan perkembangan zaman. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai evolusi kurikulum di tiga institusi pendidikan tersebut, serta menganalisis bagaimana kurikulum terus beradaptasi menghadapi digitalisasi, modernisasi, dan isu-isu moral yang kompleks. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum sekolah kini lebih menekankan pada proses pembelajaran yang interaktif dan menyeluruh, bukan hanya sekadar hasil akademik. Kurikulum madrasah juga telah bertransformasi menjadi lebih selaras dengan kurikulum nasional, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sebaliknya, pesantren tetap mempertahankan otonomi mereka dalam mengelola pendidikan, meskipun ada pengaruh regulasi politik yang mengatur dan meningkatkan perhatian terhadap kualitas pendidikan serta manajemen internal pesantren. Transformasi ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara pelestarian tradisi keagamaan dan kebutuhan menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan.
Copyrights © 2025