Pasar tradisional memiliki fungsi vital sebagai pusat aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, termasuk di Kabupaten Tolitoli yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor perikanan, pertanian, dan perdagangan rakyat. Namun, kondisi fisik pasar tradisional di Tolitoli masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti penataan ruang yang tidak terorganisir, sirkulasi yang semrawut, sanitasi kurang memadai, serta minimnya identitas ruang yang merepresentasikan karakter sosio–ekologi pesisir. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep revitalisasi pasar tradisional berbasis sosio–ekologi melalui pendekatan arsitektur organik yang menekankan keselarasan antara aktivitas pengguna, lingkungan, dan bentuk arsitektur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, studi literatur, dan analisis ruang terhadap aktivitas pedagang, konsumen, tipe komoditas, serta konteks ekologis pesisir. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip arsitektur organik seperti integrasi dengan alam, material lokal, fleksibilitas ruang, dan harmonisasi bentuk-fungsi dapat mengarahkan desain revitalisasi yang adaptif terhadap pola aktivitas sosial dan kondisi ekologis pesisir Tolitoli. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi konsep perancangan pasar tradisional yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mencerminkan identitas sosio–ekologi kawasan pesisir.
Copyrights © 2025