Globalisasi politik menghadirkan manfaat integrasi regional sekaligus risiki melemahnya kedaulatan negara. Dalam konteks Gambia, keanggotaanya dalam Economic Community of West African States (ECOWAS) justru berkontribusi pada penggerysan kedaulatan, terumatan memlaui intervensi militer tahun 2017. Peneliti berargumen bahwa intervensi militer ECOWAS ke Gambia pada tahun 2017menyebabkan melemahnya kedaulatan Gambia secara berkelanjutan sebab hilangnya kekuatan Gambia untuk mengontrol keamanan di dalam wilayah yurisdiksinya secara independen. Temuan menunjukkan bahwa penggerusan berkelanjutan kedaulatan Gambia melalui ECOWAS berasal dari tiga faktor utama. Pertama, Gambia secara sadar memberikan sebagian kedaulatan melalui protokol keamanan ECOWAS tahun 1999 yang mengizinkan intervensi demi stabilitas regional. Kedua, Intervensi militer melalui ECOMIG menjadi alat penegakan ECOWAS yang efektif, dimana legitimasi tindakan tersebut dibangun atas dasar perlindungan prinsip demokraso, sehingga otoritas keamanan Gambia terlampaui. Ketiga, lahirnya ketergantungan berkelanjutan Gambia pada kekuatan ECOMIG pasca intervensi dalam menjalankan fungsi keamanan nasional yang membatasi tindakan dan memperlambat reformasi sektor keamanan Gambia. Kehadiran ECOMIG yang berkepanjangan menyebabkan melemahnya kedaulatan Gambia secara berkelanjutan dikarenakan hilangnya kekuatan Gambia untuk mengontrol keamanan di dalam wilayah yurisdiksinya secara independen. Hingga kini, implikasinya menuntut adanya reklamasi kedaulatan keamanannya melalui agenda strategi penarikan pasukan ECOMIG secara bertahap. Kata Kunci: Kedaulatan; Gambia; ECOWAS; Intervensi; Globalisasi.
Copyrights © 2025