Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indonesia’s Interpretation of the Convention on the Rights of Child Fatimatuzzahra, Amelia
Jurnal Independent Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Independent
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ji.v11i2.240

Abstract

AbstractThere are lots of children violence such as victims of sexual violence, victims of physical violence, and psychological disorders. Besides it can damage the growth and development of children both physically and psychologically, and the loss of their rights can lead them to acts that are against the law. In Indonesia, violations of children's rights occurred in all regions creating very alarming situations and conditions. That is why Indonesia ratified the Convention on the Rights of Child on August 25, 1990. This research used qualitative research methods with a descriptive approach. The data analysis method used by the researcher is a documentation study method where the data used are primary and secondary data. The researchers would like to analyze the legal and political interpretation of Indonesia to the Convention on the Rights of Child. The result of this research showed that Indonesia interprets the international agreement as a law that needs to be obeyed in the form of ‘Presidential Decree Number 36 of 1990’ which is felt to be effective in Indonesia rather than the form of enactment. It is evidenced by the existence of various state policies and programs in fulfilling the obligations contained in this convention. 
Erosi Kedaulatan Gambia: Intervensi Militer ECOWAS Pada Tahun 2017 dan Implikasinya Fatimatuzzahra, Amelia
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.81680

Abstract

Globalisasi politik menghadirkan manfaat integrasi regional sekaligus risiki melemahnya kedaulatan negara. Dalam konteks Gambia, keanggotaanya dalam Economic Community of West African States (ECOWAS) justru berkontribusi pada penggerysan kedaulatan, terumatan memlaui intervensi militer tahun 2017. Peneliti berargumen bahwa intervensi militer ECOWAS ke Gambia pada tahun 2017menyebabkan melemahnya kedaulatan Gambia secara berkelanjutan sebab hilangnya kekuatan Gambia untuk mengontrol keamanan di dalam wilayah yurisdiksinya secara independen. Temuan menunjukkan bahwa penggerusan berkelanjutan kedaulatan Gambia melalui ECOWAS berasal dari tiga faktor utama. Pertama, Gambia secara sadar memberikan sebagian kedaulatan melalui protokol keamanan ECOWAS tahun 1999 yang mengizinkan intervensi demi stabilitas regional. Kedua, Intervensi militer melalui ECOMIG menjadi alat penegakan ECOWAS yang efektif, dimana legitimasi tindakan tersebut dibangun atas dasar perlindungan prinsip demokraso, sehingga otoritas keamanan Gambia terlampaui. Ketiga, lahirnya ketergantungan berkelanjutan Gambia pada kekuatan ECOMIG pasca intervensi dalam menjalankan fungsi keamanan nasional yang membatasi tindakan dan memperlambat reformasi sektor keamanan Gambia. Kehadiran ECOMIG yang berkepanjangan menyebabkan melemahnya kedaulatan Gambia secara berkelanjutan dikarenakan hilangnya kekuatan Gambia untuk mengontrol keamanan di dalam wilayah yurisdiksinya secara independen. Hingga kini, implikasinya menuntut adanya reklamasi kedaulatan keamanannya melalui agenda strategi penarikan pasukan ECOMIG secara bertahap. Kata Kunci: Kedaulatan; Gambia; ECOWAS; Intervensi; Globalisasi.