Tingginya permintaan terhadap sayuran hidroponik merupakan potensi besar sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah, namun pengembangan usaha hidroponik di Kabupaten Bondowoso tengah dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia, minimnya promosi, tantangan persaingan, dan kelemahan serta tantangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha hidroponik yang dijalankan oleh Asosiasi Petani Hidroponik (ASTANIK) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Penelitian ini menggabungkan metode SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan strategi pengembangan usaha berdasarkan kondisi lingkungan usaha ASTANIK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha hidroponik ASTANIK memiliki kekuatan dalam kualitas produk, legalitas usaha, dan efisiensi penggunaan lahan, namun juga menghadapi kelemahan seperti keterbatasan tenaga ahli, promosi yang minim, dan harga produk yang relatif mahal. Peluang strategis seperti loyalitas pelanggan dan perkembangan teknologi pertanian membuka ruang pengembangan yang besar, namun juga dihadapkan pada tantangan berupa cuaca, serangan hama, pesaing, dan tantangan lainnya. Berdasarkan hasil AHP, strategi utama yang direkomendasikan adalah meningkatkan kegiatan pemasaran melalui saluran online dan offline secara terintegrasi. Strategi ini dinilai paling efektif untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi ASTANIK di tengah meningkatnya tren pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2025