Transformasi digital telah mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital secara masif di berbagai sektor. Namun, tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem tersebut masih dipengaruhi oleh faktor-faktor persepsional yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi persepsi risiko, kepercayaan, dan kemudahan penggunaan terhadap kepuasan pengguna pembayaran digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pengguna aktif pembayaran digital. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (β = 0,361; p < 0,001), demikian pula kepercayaan yang memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien jalur terbesar (β = 0,402; p < 0,001). Sebaliknya, persepsi risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna pembayaran digital (β = −0,289; p < 0,001). Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut mampu menjelaskan 71,2% variasi kepuasan pengguna (R² = 0,712), yang menunjukkan bahwa model penelitian memiliki daya jelas yang kuat. Temuan ini memperkuat integrasi Technology Acceptance Model (TAM) dan Expectation Confirmation Theory (ECT) dengan memasukkan persepsi risiko sebagai determinan penting kepuasan pengguna pembayaran digital. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya bagi penyedia layanan pembayaran digital untuk meningkatkan kemudahan penggunaan, membangun kepercayaan, serta mengelola risiko yang dirasakan pengguna guna meningkatkan kepuasan dan keberlanjutan penggunaan layanan.
Copyrights © 2025