Preeklamsia adalah sindrom kehamilan yang sangat meningkatkan Angka mortalitas ibu dan neonates. Peningkatan tekanan darah dan proteinuria dapat menghambat perfusi plasenta, perkembangan bayi dalam kandungan, yang berpotensi menurunkan berat lahir. Penelitian ini menyelidiki Asosiasi preeklamsia pada kehamilan dengan BBLR di Puskesmas Balung Kabupaten Jember. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan cross section. Setiap ibu hamil yang melahirkan di layanan kesehatan masyarakat Balung berpartisipasi. Sebanyak 100 ibu hamil menjadi sampel. Uji Chi-kuadrat dan regresi probabilitas dengan ambang batas signifikansi 0,05 digunakan untuk menganalisis informasi medis. Low Birth Weight (LBW) dikaitkan dengan preeklamsia (p = 0,000; OR = 4,15). Selain itu, usia ibu, terutama di usia <20 tahun dan >35 tahun, secara signifikan memengaruhi insidensi BBLR (p = 0,004; OR = 2,63). Preeklampsia menjadi faktor dOminan utama terhadap BBLR, diperkuat factor usia ibu. Diperlukan deteksi dini, pemantauan rutin tekanan darah dan proteinuria, serta peningkatan kualitas pelayanan antenatal care (ANC) untuk mencegah dan menurunkan risiko BBLR.
Copyrights © 2025