Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang anak. Faktor maternal, termasuk usia ibu saat pertama kali hamil dan melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC), diketahui berpengaruh terhadap kondisi kesehatan janin dan risiko stunting. Usia ibu yang terlalu muda sering kali dikaitkan dengan ketidakmatangan biologis, kurangnya kesiapan psikologis, serta keterbatasan akses informasi kesehatan, sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan anak. Mengetahui hubungan antara usia awal hamil saat ANC pertama dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Semboro. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 35 ibu yang memiliki balita dan tercatat di wilayah kerja Puskesmas Semboro. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus melalui kuesioner dan data sekunder dari buku KIA. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Mayoritas responden melakukan ANC pertama pada usia ≥20 tahun (71,4%) dan sebagian besar balita termasuk kategori tidak stunting (65,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia awal hamil saat ANC pertama dengan kejadian stunting (p = 0,021). Terdapat hubungan bermakna antara usia awal hamil saat ANC pertama dengan kejadian stunting. Ibu yang memulai kehamilan pada usia <20 tahun memiliki risiko lebih tinggi memiliki anak stunting. Upaya edukasi kesehatan reproduksi dan peningkatan cakupan ANC dini sangat diperlukan untuk mencegah stunting.
Copyrights © 2025