Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi digital dan kesenjangan empati digital di kalangan pengguna media sosial Generasi Z di Indonesia. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya intensitas interaksi online yang tidak selalu seimbang dengan kesadaran etika, refleksi moral, dan sensitivitas emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan tujuh informan berusia 18–26 tahun yang aktif di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi virtual, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) kesadaran etika digital, (2) respons emosional online, dan (3) empati situasional dan dukungan sosial online. Temuan menunjukkan bahwa literasi digital yang tinggi tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga menumbuhkan kesadaran moral dan regulasi emosional, yang merupakan dasar pembentukan empati digital. Empati digital pada Generasi Z bersifat situasional dan simbolis, dimanifestasikan melalui dukungan emosional, refleksi diri, dan ekspresi positif di ruang digital. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital komprehensif mencakup dimensi kognitif, afektif, dan etis, yang secara langsung berkontribusi untuk mempersempit kesenjangan empati digital. Secara praktis, temuan penelitian ini dapat berfungsi sebagai dasar untuk mengembangkan program literasi digital yang lebih humanistik, empatik, dan berorientasi sosial di lingkungan pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026