Salah satu upaya peningkatan bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan melakukan pemotongan. fungsi dari pemotongan adalah mempercepat pertumbuhan tunas dan tergantung kondisi lingkungan disekitar dan fungsi dari perendaman ZPT ekstrak tauge adalah mempercepat pembelahan sel karena mengandung auksin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemotongan umbi bibit dan perendaman ZPT ekstrak tauge terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas biru lancor. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dua pelakuan yang disusun secara faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan pertama adalah pemotongan umbi bibit pelakuan kedua perendaman ZPT ekstrak tauge. Dilaksanakan di dusun berrek, deasa mojolegi, kec. gading, kab. Probolinggo. Hasil penelitian ini menunjukkan pemotongan umbi bibit berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 28 dan 49 hst, berat kering pertanaman dan berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 14, 21, 35 dan 42 hst. Perlakuan perendaman ZPT ekstrak tauge berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 35 dan 42 hst, jumlah daun umur 49 hst dan berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 21 hst, panjang akar, berat basah pertanaman, berat basah perplot, berat kering pertanaman. Perlakuan interaksi berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun umur 49 hst, berat kering pertanaman dan berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 21, 35, 42 dan 49 hst, panjang akar. Temuan ini menunjukan bahwa perendaman ZPT ektrak tauge dapat menjadi alternatif ramah lingkungan untuk meningkatkan hasil tanaman bawang merah.
Copyrights © 2025